Yudi Menang Aklamasi, Alfaz Tolak dan Akan Gugat Hasil Mukab Kadin

126

GARUT – Pemilihan Ketua Kadin Kabupaten Garut di Hotel Sumber Alam pada Selasa (21/01/2020), menetapkan Yudi Nugraha Lasminingrat sebagai Ketua Kadin Garut baru secara aklamasi. Meski begitu, Agus Muttaqien Alfaz, calon ketua Kadin Garut lainnya menolak hasil Mukab tersebut dan memastikan akan melayangkan gugatan hukum lewat kuasa hukumnya.

Risman Nuryadin, kuasa hukum Agus Alfaz mengungkapkan, pihaknya akan melayangkan gugatan hukum terhadap panitia pelaksana Mukab dan Ketua Kadin Garut periode sebelumnya yang menyelenggarakan Mukab.

“Besok kita akan konsultasi, malam ini kita susun konsep gugatannya,” jelas Risman, Selasa (21/01/2020) sore.

Risman menyampaikan, ada banyak dugaan pelanggaran hukum pada Mukab Kadin Garut. Dari mulai dugaan penggelapan hingga dugaan pelanggaran pidana.

“Logikanya sederhana, calonnya ada dua kok bisa aklamasi,” katanya.

Risman menegaskan, esensinya Mukab adalah ajang pertanggungjawaban kepengurusan Kadin sebelumnya yang kemudian di evaluasi dan kepengurusannya dinyatakan demisioner. Setelah itu, baru ada pemilihan ketua baru.

“Laporan pertanggungjawaban tidak ada, evaluasi dan kepengurusan lama tidak didemisionerkan, artinya cacat hukum, melanggar PO, Keppres dan Undang-Undang,” jelas Risman.

Risman menyampaikan, Agus Mutaqien Alfaz, sejak dibuka pendaftaran telah mendaftarkan diri menjadi calon ketua dan melaksanakan kewajibannya dengan membayar biaya pendaftaran Rp 50 juta. Makanya, tidak bisa begitu saja di-diskualifikasi oleh panitia.

Arafat El Jihad, Ketua Tim Pemenangan Agus Alfaz yang ditemui Selasa (21/01/2020) mengungkapkan, pihaknya secara tegas menolak hasil Mukab Kadin Garut yang dilaksanakan Selasa (21/01/2020) di Hotel Sumber Alam. Pasalnya, pada Mukab tidak ada tahapan pemilihan sebagaimana diatur dalam AD/ART Kadin.

“Dengan ini kami menolak hasil Mukab Kadin Garut, karena dinilai melanggar prinsip-prinsip AD/ART, dan juga peraturan organisasi,” tegasnya.

Arafat melihat, banyak praktek yang tidak menguntungkan calon yang diusungnya pada Mukab Kadin Garut. Termasuk, tidak adanya proses pemilihan ketua oleh anggota.

“Tiba-tiba, pemimpin sidang langsung menetapkan aklamasi, tidak ada LPJ, penetapan peserta dan penetapan calon,” katanya.

Dihubungi terpisah, panitia pelaksana Mukab Kadin Garut, tidak mau memberi keterangan soal hasil Mukab. Agus Indra Arisandi yang memimpin persidangan di Mukab dan yang menetapkan aklamasi, menolak memberi keterangan.

“Ke Ketua OC (Organizing Comitte) saja,” katanya singkat saat dihubungi lewat aplikasi pesan.
Ketua OC Mukab Kadin, Asep Hendra Bakti saat dihubungi lewat aplikasi pesan, tidak membalas dan tidak mengangkat panggilan telepon. (bow)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here