Wiranto Dapat Kompensasi Rp 37 Juta, Penusuk Divonis Bersalah Melakukan Tindak Pidana Terorisme

118
istimewa

RadarPriangan.com, JAKARTA – Pasangan suami-istri penusuk mantan Menkopolhukam Wiranto, Abu Rara dan Fitria Diana divonis masing-masing 12 tahun dan 9 tahun.

Sementara satu terdakwa lainnya, Samsudin alias Jack Sparrow alias Abu Basilan divonis 5 tahun penjara. Sedangkan Wiranto diputuskan mendapat biaya kompensasi sebesar Rp37 juta.

Dalam sidang yang berlangsung virtual tersebut, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat menyatakan Syahrial Alamsyah alias Abu Rara bersalah melakukan tindak pidana terorisme dengan mengajak anak di tindak pidana terorisme sebagaimana dakwaan kedua.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Syahrial Alamsyah alias Abu Rara dengan pidana penjara selama 12 tahun, menetapkan masa tahanan terdakwa dikurangi masa pidana terdakwa yang dijatuhkan,”ujar Ketua Majelis Hukum Masrizal saat membacakan amar putusan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (25/6/2020) seperti dilansir dari FIN (Radar Priangan Group).

Abu Rara dinilai terbukti melanggar Pasal 15 Jo Pasal 7 Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-undang.

Selain itu yang memberatkan, Abu Rara juga dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam rangka pemberantasan tindak terorisme. Kemudian, dalam persidangan pun terdakwa tidak menyesali perbuatannya.

“Bahwa terdakwa pada September 2019 terdakwa ketakutan dan merasa dirinya sudah masuk DPO oleh kepolisian, maka terdakwa hendak melakukan amaliyah. Bahwa terdakwa pada September 2019 mendengar helikopter Menko Polhukam Wiranto sudah datang dan terdakwa mengajak istri Fitri Diana dan anak untuk melakukan amaliyah,” beber hakim Masrizal.

Majelis hakim menyatakan, Abu Rara dengan sengaja melakukan penusukan kepada Wiranto dan sejumlah orang di alun-alun Menes, Pandeglang, Banten.

“Bahwa saksi Wiranto ketika datang di alun-alun Menes, maka terdakwa mulai bergerak mendekati saksi Wiranto sambil mengeluarkan kunai dan tiba-tiba terdakwa serang bagian perut Wiranto dengan kunai. Bahwa atas penusukan saksi jatuh ke tanah, saat itu juga terdakwa melakukan penyerangan secara membabi buta, bahwa terdakwa Fitri Diana melakukan penusukan kunai ke Kompol Dariyanto,” jelas hakim.

“Bahwa akibat perbuatan terdakwa bersama saksi Fitria Ardiana telah menimbulkan luka ke saksi Wiranto yang mengalami luka bagian perut kiri. Kompol Dariyanto mengalami luka pinggul kiri akibat sajam, dan Haji A Fuad Syauqi luka pada dada bagian kanan,” sambungnya.

Sementara hal yang meringankan tuntutannya adalah karena terdakwa selama ini belum pernah dihukum.

Putusan hakim lebih rendah empat tahun. Jaksa menuntut Abu Rara dipidana 16 tahun penjara. Atas putusan tersebut, Abu Rara menyatakan menerima putusan.

“Bismillah saya terima putusan hakim tanpa cela,” kata Abu Rara.

Dalam sidang tersebut Masrizal juga memvonis dua terdakwa lainnya, yaitu Fitria Diana alias Fitri Adriana dan Samsudin alias Jack Sparrow alias Abu Basilan. Fitria Diana divonis hukuman 9 tahun penjara. Sedangkan Samsudin alias Jack Sparrow alias Abu Basilan divonis 5 tahun penjara.

Fitria Diana, istri kedua Abu Rara juga terbukti dalam melakukan kegiatan tindak pidana terorisme dengan suaminya di Menes, Pandegelang, Banten pada Oktober 2019 lalu.

“Terdakwa dianggap terbukti dalam tindak pidana terorisme seperti yang dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU). Maka dengan ini Fitri Diana dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara,” kata Masrizal.

Dalam vonis tersebut, hakim mempersilakan Fitri mengajukan banding jika tidak menerima putusan tersebut. Namun dalam pernyataannya Fitri mengaku menerima putusan tersebut.

“Saya menerima putusan itu yang mulia,” kata Fitri dalam video conference yang ditayangkan di PN Jakarta Barat.

Dalam hal ini, para terdakwa dalam persidangan memutuskan untuk tidak mengajukan banding atas putusan yang telah dibacakan oleh Majelis Hakim.

Sementara, terdakwa terakhir dalam kasus ini, yakni Samsudin alias Jack Sparrow alias Abu Basilan divonis 5 tahun penjara. Vonis ini lebih rendah dari tuntutan jaksa dengan pidana tujuh tahun penjara.

Pada sidang tersebut, Masrizal mengabulkan permohonan kompensasi terhadap Wiranto, korban penusukan Abu Rara. Selain Wiranto, pemimpin Pesantren Mathla’ul Anwar, Fuad Syauqi juga berhak atas kompensasi.

“Majelis hakim berpendapat kompensasi yang diajukan oleh jaksa penuntut umum dapat dikabulkan,” ujar Masrizal.

Dalam putusannya, hakim menyatakan kompensasi itu dibebankan kepada Menteri Keuangan Republik Indonesia. Wiranto berhak mendapatkan kompensasi sebesar Rp 37 juta, dan Fuad Syauqi senilai Rp 28,2 juta.

“Hak kompensasi bagi para korban yang perhitungan dilakukan oleh LPSK,” kata Masrizal.

Sementara di luar persidangan, aparat Polsek Palmerah Jakarta Barat menjaga ketat jalannya sidang vonis terdakwa penusuk Wiranto.

Kapolsek Palmerah Kompol Supriyanto mengatakan sebanyak 25 personel berjaga di setiap titik di Pengadilan Jakarta Barat.

“Untuk sidang vonis ini, kami kerahkan 25 anggota dari Polsek Palmerah Polres Metro Jakarta Barat,” katanya.(gw/fin/RP)