Warga Tasikmalaya Diteror Ular Kobra

144
foto greeners.co

TASIKMALAYA – Teror ular kobra yang terjadi akhir-akhir ini ternyata tidak hanya terjadi di Jakarta dan sekitarnya saja. Teror serupa juga terjadi di Kabupaten Tasikmalaya.

Selama sepekan, belasan ular kobra ditangkap warga, beberapa diantaranya langsung dibunuh.

Pekan lalu, warga perumahan Tata Lestari, Rt 04/10, Desa Cikadongdong, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya digegerkan kemunculan ular yang memiliki bisa mematikan itu.

Lokasi penemuannya sendiri di perumahan yang berdekatan dengan area pesawahan. Di lokasi tersebut, warga mengaku menemukan belasan ular kobra yang tengah beraktivitas di sekitar pemukiman warga.

Senin (16/12/2019), warga setempat setidaknya telah menangkap tiga ular kobra, dua diantaranya masih hidup dan dimasukan ke dalam botol kemasan air minum dan satu lainnya dibiarkan mati.

“Ular kobra ini pertama kali dilihat baru pulang ke rumah tadi pagi, pas buka pintu dan mau menyapu tiba-tiba ada ular kobra sepanjang 30 centimeter di pojokan rumah. Saya langsung berteriak dan lari keluar rumah,” ujar Leli Widia (29), warga perumahan Tata Lestari, Senin (16/12/2019).

Warga yang mendengar Leli berteriak dan melihatnya lari, langsung berkerumun di sekitar rumah. Saat itu salah seorang warga ada yang berani menangkap dan memasukannya ke dalam botol kemasan air minum.

Beberapa jam setelah Leli menemukan ular, suaminya yang bernama Sofyan (32) kembali menemukannya di siang hari.

“Karena itu sekarang saya memilih tinggal di rumah orang tua saya. Masih di sekitaran sini rumahnya. Kalau tinggal di rumah takut, yang kebayang ular terus,” katanya.

Sebelum menemukan ular kobra, Leli mengaku sempat melihat ular dengan ukuran yang lebih panjang dan besar saat ia mencuci, namun tidak berhasil ditangkap. Lebih dari itu ia mengungkapkan bahwa di lingkungan perumahannya, selama sepekan kemarin warga telah menangkap belasan ular.

“Anak saya yang masih kecil juga sempat melihat ular yang berkeliaran,” ucapnya.

Kejadian munculnya ular dengan jumlah yang banyak, disebut Leli baru pertama kali ini terjadi. Ia mencurigai kemunculan ular tersebut berasal di salah satu rumah kosong yang tanamannya tumbuh cukup tinggi. Warga pun disebutnya sempat menemukan satu ular dan diduga ada induk ular di sana.

Sementara itu, Ketua RW 10, Desa Cikadongdong, Dedi ZM mengungkapkan bahwa dalam sehari pertama kali menemukan kobra, warganya sudah menangkap lima ekor. Dua ular yang ditangkap telah dimatikan dan dibuang.

“Memang tidak hanya hari ini saja, dalam sepekan sudah ada 15 ekor ular yang ditangkap warga. Ada yang dibunuh karena takut. Memang kondisi ini cukup meresahkan, apalagi di sini kan banyak warga yang punya anak kecil,” katanya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here