Warga Ciwalen Minta Pohon Besar Depan Makam Ditebang

230
Pojon kihujan di jalan Bratayuda, Ciwalen, kondisinya rapuh dan warga khawatir tumbang. (MUHAMAD ERFAN/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Masyarakat Kelurahan Ciwalen, Regol, dan Sekitarnya meminta pohon kihujan dan pohon randu di Jalan Bratayuda dalam lingkungan makam Panyirepan ditebang atau dipangkas.

Warga mengaku khawatir kedua pohon itu kembali rubuh seperti terjadi pada April lalu hingga merenggut korban jiwa.

“Warga disini minta pohon kihujan dan pohon randu yang ada di makam ditebang atau rantingnya dipangkas. Warga takut kejadian dulu pohon roboh menimpa warga hingga tewas dan mengalami luka berat. Penebangan harus menggunakan alat khusus,” kata Ketua RW 12, Kelurahan Ciwalen, Rahmat.

Tidak hanya itu, masyarakat juga meminta pohon serupa di Jalan Ciwalen ditebang dan dipangkas. Bahkan, pohon rimbun yang berada di wilayah Kecamatan Garut kota atau tepatnya berada dekat bangunan sekolah dasar di perempatan Toserba Asia itu viral di media sosial.

Warga pun mempertanyakan, karena tidak adanya tindakan dan perhatian dari instansi terkait. Padahal keberadaan pohon-pohon itu sangat membahayakan, apalagi jika ada hembusan angin kuat atau hujan lebat.

Lurah Ciwalen, H Agus Tomi sudah merencakan koordinasi dan mengirim surat ke Dinas Lingkungan Hidup, PLN, dan instansi terkait lainnya.

“Memang benar ada warga yang sudah meminta pohon yang ada di Makam dan yang di Jalan Ciwalen ditebang atau dipangkas ranting-rantingnya. Saya juga sudah merencanakan mengirim surat ke instansi terkait karena ditakutkan pohon roboh menimpa warga,” kata Agus.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, Guriansyah, mengatakan pohon besar berada di pinggir jalan memang tidak sembarang orang bisa menebang atau memangkasnya. Namun harus ada izin dari DLH melalui bidang pertamanan.

“Silahkan warga mengirimkan surat kepada kami. Setelah izin keluar ada pihak ketiga yang melakukan penebangan atau pemangkasan pohon tersebut. Karena penebangan harus ada alat khusus, tenaga ahli. Jadi kami juga menggunakan pihak ketiga, dan itu harus dibayar. Makanya silahkan kirim dulu surat permohonan lalu kami proses,” ujar Guriansyah. (erf)