Warga Ingin Fogging, Tapi Terkendala Biaya

329
Ilustrasi: jpg

RADARPRIANGAN.COM, GARUT– Warga Desa Sindangsari Kecamatan Leuwigoong yang terserang suspect demam berdarah dengue (DBD) hinga akhir Maret ini sebanyak 20 orang dari beberapa kampung.

Mereka sudah pulih lagi setelah diirawat di Puskesmas Leuwigoong dan puskesmas lainnya. 

Kades Sindangsari Kusnadi Hermawan mengatakan, dua warga Kampung Cihonje dirawat di ruang perawatan Puskesmas DTP Leuwigoong.

Kades bersama para ketua RW, Rabu (27/3), menjenguk penderita ke puskesmas. Sekaligus menyampaikan permohonan fogging di beberapa kampung. 

Kepala Puskesmas Leuwigoong merespon permohonan kades dan para Ketua RW terkait fogging. “Namun fogging dilakukan petugas dari Dinkes Garut dan memakai biaya,” kata Kusnadi.

Beberapa hari sebelumnya, pejabat dari Dinkes Garut H Agus Dinar memberikan pencerahan kepada para ketua RT/W tentang pemberantasan sarang nyamuk.

Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) lebih efektif dibanding fogging.

Menurut para ketua RW, biaya fogging akan kesulitan bila mengandalkan swadaya.Mereka pun meminta kades agar mencari solusi terbaiknya terkait biaya fogging. Kades pun akan berkordinasi dengan pihak pemerintah kecamatan. (pap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here