Warga Banjar Resah, Surat Edaran PLN Dikatakan Akan Ada Petugas Penagih ke Rumah

336
Dok Radar Garut

BANJAR – Adanya surat edaran pemberitahuan pembayaran rekening listrik, dimana ada salah satu poin yang menyebutkan petugas Biller akan datang menagih ke rumah pelanggan setiap bulan, membuat warga Kota Banjar resah.

Pada poin itu disebutkan, setiap tanggal 1 sampai dengan tanggal 10, akan ada petugas penagih dengan membawa mesin EDC.

Kebijakan tersebut, membuat berbagai reaksi di masyarakat Kota Banjar, khususnya warga di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Teteng Kusjiadi, menilai jika aturan tersebut adalah langkah mundur yang membuka peluang KKN. Dan kemungkinan membuka peluang tertipunya masyarakat oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

“Program itu dinilai beresiko, masyarakat akan tertipu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ucapnya, Kamis, (05/12/2019).

Kebiasaan masyarakat dengan membayar listrik di tempat-tempat tertentu dari tanggal 15 hingga akhir bulan, Teteng menganggap lebih aman daripada harus ditagih layaknya debt collector ke rumah-rumah warga.

” Isunya PLN rugi terus, tetapi kenapa malah kerjasama dengan pihak ketiga, untuk memungut pembayaran. Bukankah itu membebani biaya operasional PLN. Kita akan boikot, jika itu terjadi,” terangnya.

Sementara itu, Manajer PLN Unit Banjar, Kelik Kurniawan, membantah, jika aturan tersebut sifatnya memaksa.

“Sebetulnya masyarakat tidak perlu risau, jika sudah kebiasaannya membayar ke toko modern, ya silahkan saja, kita tidak memaksakan harus membayar ke Biller. Tetapi hanya saja, bila masyarakat tidak mau ribet atau cape, kami menyediakan layanan jemput bola,” katanya.

Permasalahan Biller sendiri, pihak PLN memastikan jika para biller (penagih) itu orang yang biasa mengecek ke rumah-rumah, sehingga wajahnya tidak akan asing lagi.

“Para petugas kami (PLN), disertai pula tanda pengenal, seragam serta surat tugas, juga orang yang sudah biasa mengecek meteran listrik. Mereka hanya akan mengingatkan, dan bila mau membayar bisa langsung ke mereka,” tegasnya.

Di Kota Banjar sendiri, lanjut Kelik, para pelanggan pasca bayar, tingkat keterlambatan pembayaran sangat tinggi, bahkan hampir 65% pengguna. Sehingga pihaknya meminta kesadaran masyarakat untuk selalu tepat waktu dalam membayar tunggakan listrik.

“Kita juga memiliki beban dan tanggung jawab dari perusahaan, di mana ditargetkan setiap akhir bulan harus nihil tunggakan,” pungkasnya. (mg1)