Video Ajakan Kades Cimareme Viral Sentra, Gakumdu Segera Lakukan Klarifikasi

292

GARUT – Video salah seorang kepala desa berdurasi 37 detik saat ini tengah menyebar di media sosial. Dalam videonya, sang kepala desa mengajak masyarakat untuk mendukung Joko Widodo dalam helaran Pilpres 2019.

“Itu terkait dengan video itu kami sudah melakukan pembahasan pertama di sentra gakumdu yang terdiri dari unsur Kepolisian, Bawasalu, dan Kejasaan Jumat (22/2) kemarin,” kata Kepala Divisi Penindakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Garut, Asep Nurjaman, Selasa (26/2).

Asep mengatakan bahwa pihaknya mengetahui peredaran video tersebut pada Kamis (21/2). Dan setelah mengetahui pihaknya pun langsung melakukan pengkajian terkait syarat formal material.

“Hasilnya, memerlukan pengkajian secara dalam melalui klarifikasi. Dan itu akan kami agendakan minggu ini,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa setiap hal yang kaitannya dengan pidana pemilu memang ditangani bersama di sentra Gakumdu. Oleh karena itu, maka pembahasannya, termasuk kaitannya dengan tersebarnya video ajakan Kepala Desa dilakukan bersama-sama di sentra Gakumdu. “Harus ditndandatangani tiga unsur itu,” ucapnya.

“Ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Tahapan pertama kita pembahasan formal material. Tiga unsur sepakat dilakukan tindak lanjut penyelisikan klarifikasi. Dan minggu ini akan kita agendakan. Sekitar Rabu kedepan,” jelasnya.

Asep menyebut, video yang tersebar melalui jejaring media sosial tersebut diketahui Kepala Desa Cimareme, Kecamatan Banyuresmi. Ia memastikan jika mengacu pada aturan, Kepala Desa tidak boleh melakukan hal tersbeut karena dilarang.

“Secara aturan dilarang. Pasal yang disangkakan Kepala Desa dilarang pasal 280, sanksinya itu pasal 490. Jika benar terbukti formal materil 1 tahun kurungan dan denda 12 juta,” katanya.

Dalam video berdurasi 37 detik berisi ajakan dari Kepala Desa Cimareme, Kecamatan Banyuresmi, Jajang Haerudin yang tengah menggunakan kemeja warna putih dan celana warna hitam. Di akhir video, seseorang yang mengambil gambar pun seakan membalasa perkataan sang Kepala desa dengan mengatakan “Hidup nomor 1”.

Sekretaris Desa Cimareme, Dedi saat dikonfirmasi membenarkan jika orang dalam video tersebut merupakan Kades Cimareme. Menurut Dedi, video itu diambil di rumah Kades. Bukan di masjid atau di kantor desa.

“Memang betul pernyataannya sebagai Kades seperti itu,” ucap Dedi saat dihubungi, Selasa (26/2).

Video itu, menurut Dedi dibuat seminggu yang lalu. Ia juga mengaku, jika dirinya merupakan orang yang pertama kali menyebarkan video itu.

“(Disebarkan pertama kali) sama Sekdes, saya sendiri atas perintah pak Kades,” katanya.

Dedi tak tahu apa alasan Kades meminta dirinya untuk menyebarkan video tersebut. Sebagai bawahan, ia hanya menuruti perintah atasan.

“Saya hanya sebagai bawahan disuruh atasa. Kalau mau klarifikasi ke pak Kadesnya saja langsung,” ucapnya.

Dedi menambahkan, jika Kades Cimareme juga sudah mendapat panggilan oleh Panwaslu Banyuresmi pada Senin (25/2). (igo)