Untuk Pemilu Damai Warga Tasik Gelar Doa Bersama, Siap Terima Siapapun yang Terpilih

329
KH Asep Maulana bersama masyarakat Tasikmalaya mendoakan agar Pemilu 17 April berjalan damai.

RadarPriangan.com, TASIK – Menjelang hari pencoblosan pada Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019, ratusan warga Kampung Cikawung, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya menggelar doa bersama.

Berbagai upaya dilakukan untuk menciptakan situasi kondusif menjelang Pemilihan Umum serentak 17 April 2019 mendatang.

Tidak hanya meminta kelancaran dan terciptanya kondusifitas Pemilu, sejumlah warga pun sepakat untuk menerima siapapun yang terpilih nanti yang dipilih dalam proses demokrasi tanggal 17 April 2019 mendatang.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kiai Asep Maulana yang juga selaku Ketua Organisasi Masyarakat Garis Jawa Barat. Dirinya mengingatkan agar warga negara tetap tenang, tidak golput serta tidak mudah terprovokasi oleh isu hoax.

“Pemilihan Legislatif daerah hingga pusat dan Presiden tinggal empat hari lagi, perbedaan pilihan bukan alasan untuk untuk tetap menjaga kerukunan dan keamanan lingkungan bagi warga,” kata Kiai Asep dalam ceramahnya.

Menurutnya, kedamaian harus dimulai dari masyarakat sendiri. Dengan demikian hal itu bisa berdampak terhadap elit-elit politik yang ada di atas.

“Maka kita bergerak bagaimana caranya mengkondusifkan masyarakat dan memahamkan bahwa Pilpres ini bukan kepentingan siapa siapa, tetapi kepentingan Indonesia sendiri,” katanya.

Lanjutnya, memilih pemimpin di Indonesia berarti memilih sosok terbaik dari yang terbaik. Sehingga nantinya, yang terpilih akan menjadi pemimpin Indonesia, bukan presiden pendukung tapi presiden masyarakat Indonesia.

“Elit akan menjadi pemenang dan pemimpin masyarakat Indonesia, dan masyarakat Indonesia menerima bahwa yang menang itu menjadi presiden Indonesia. Insya Allah jika sadar semuanya tidak ada konflik,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat menginginkan bahwa pasca Pemilu, Indonesia tetap berkeadilan damai. Dan hanya beberapa pihak saja yang ingin mengacaukan, Itu pun sangat sedikit.

Sejumlah warga nampak khusyu mendengar pemaparan Kiai Asep. Nasihatnya menjadi penyegar bagi masyarakat untuk mensukseskan pesta demokrasi pada 17 April 2019 nanti.(erf)