UN hanya Jadi Alat Ukur Sistem Pendidikan

300
Pelaksanaan UNBK di SMAN 15 Garut. (MUHAMMAD ERFAN/RADAR GARUT)

RADARPRIANGAN.COM, GARUT – Dua tahun berjalan Ujian Nasional (UN) tidak lagi menjadi syarat penentu kelulusan siswa. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Garut, Cecep R. Rusdaya menilai UN kali ini hanya sebagai alat ukur sistem pendidikan.

“Memang sudah dua tahun, UN ini tidak lagi menjadi penentu syarat kelulusan. Tapi paling tidak Ujian Nasional ini masih diselenggarakan oleh pemerintah sebagai alat ukurĀ  penyelenggaraan sistem pendidikan,” kata Cecep, ditemui di kantornya, saat penyelenggaraan UNBK hari pertama, kemarin (1/4).

Cecep, mengungkapkan, UN memang bukan satu-satunya alat ukur bagi pemerintah pusat untuk mengevaluasi sistem pendidikan.

“Biasanya UN ini dijadikan alat ukur dan bisa dianalisis oleh kementerian, meskipun UN ini bukan satu-satunya tolak ukur, karena ada alat ukur dengan test yang lainnya,” kata Kepala Sekolah SMAN 15 Garut itu. 

Meski demikian, UN bukan satu-satunya alat ukur penyelenggaraan sistem pendidikan, pasalnya standarisasi nilai minimal tiap-tiap sekolah itu tidak sama.” Di daerah mungkin saja standar nilainya lebih rendah,” ujarnya. 

Menanggapi efektivitas UN, pelaksanaan UNBK dinilai lebih efektif dibanding UN berbasis kertas dan pensil.

“Alhamdulillah dua tahun pelaksanaan UNBK di sini lebih praktis dan lebih lancar . Kesulitannya itu hanya pada persiapan saja,” katanya. 

Ketika ditanya soal kemungkinan kecurangan dalam pelaksanaan UNBK, Cecep yang juga Kepala SMAN 15 Garut ini mengatakan, tipis kemungkinannya.

” Kalau hal itu Wallohu ‘alam yah, kalau secara perangkat teknis saya kira tidak memungkinkan. Karena mereka baru mendapatkan kartu login nya itu pada saat mau masuk kelas,” pungkasnya. (erf)