Ulama Suriah Berikan Motivasi Persatuan

300
MOTIVASI PERSATUAN: Dr Thoriq Ramadhan Al Buthi, ketua Ikatan Ulama Suriah di Pondok Pesantren Al Azhar Citangkolo, pada Munas dan Konbes NU yang dilaksanakan di Citangkolo keluarahan Bojongkantong, Kota Banjar, Kamis (28/2). (RADAR PRIANGAN)

BANJAR – “Semua lapisan masyarakat perlu belajar dari sejarah untuk merajut kesatuan bangsa dengan nilai-nilai luhur dan mulia seperti yang dilakukan para pendahulu bangsa.” Kutipan tersebut merupakan Pesan yang disampaikan putra ulama besar Suriah Alm Syekh Ramadhan Al Buthi, yakni Dr Thoriq Ramadhan Al Buthi sebagai Ketua Ikatan Ulama Suriah di Pondok Pesantren Al Azhar Citangkolo, pada Munas dan Konbes NU yang dilaksanakan di Citangkolo keluarahan Bojongkantong, Kota Banjar, Kamis (28/2).

Melalui penerjemahnya Dr Thoriq Al Buthi, beliau menuturkan bahwa perjalanan kehidupan di Suriah dengan berbagai konflik jangan sampai terjadi pada bangsa Indonesia yang menjunjung nilai-nilai persaudaraan dan toleransi. Menurutnya, nilai-nilai itu tumbuh dan berkembang dalam kehidupan bermasyarakat yang pada akhirnya membentuk tatanan semangat kekeluargaan.

“Dengan belajar dari pengalaman hidup bersama, kita dapat merajut kesatuan bangsa, melalui kerjasama dan persatuan,” jelasnya.

Ia menambahkan, persatuan di Indonesia telah teruji dan menjadi satu kekuatan meski senantiasa mengalami ancaman dan gangguan baik dari dalam maupun luar negeri seperti isu akan didirikannya negara kekhilafahan.

Ketua Ikatan Ulama Suriah tersebut berharap melalui diskusi Munas dan Konbes,NU dapat menumbuhkan kesadaran publik bahwa nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, toleransi dan cinta kasih dalam kebinekaan mampu memberikan pencapaian terbaik dalam merajut kesatuan bangsa. Tak hanya Dr Thoriq Ramadhan Al Buthi pada acara tersebut hadir pula Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU) Prof Dr Said Aqil Siradj dan ulama besar NU lainnya dalam pelaksanaan Munas dan Konbes NU yang diselenggarakan selama 3 hari di Citangkolo Kota Banjar. (mg1)