Tim Resmob Gerebek Judi Online di Garut

451
Praktek judi online di Desa Jati, Tarogong Kaler, Garut digerebek tim Resmob Satreskrim Polres Garut, Minggu malam (19/5). (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Tim Reserse Mobile (Resmob) Satreskrim Polres Garut, menggerebek praktik judi online dan togel yang buka sejak jam salat tarawih. Seorang bandar judi berhasil diamankan berikut barang bukti dan sejumlah warga yang ikut memasang taruhannya.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng menyebut pihaknya menggerebek lapak judi online pada Minggu malam (19/5). Lokasinya di salah satu rumah, kawasan Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler.

“Kita mendapatkan informasi dari warga yang resah akan adanya aktifitas mencurigakan kalau lokasi tersebut merupakan salah satu tempat yang biasa digunakan para pengepul kegiatan perjudian di Kabupaten Garut. Kita lakukan penggerebekan tadi malam dan kita berhasil memgamankan dua orang, yang salah satunya adalah bandarnya,” ujarnya, Senin (20/5) di Mapolres Garut.

Dalam proses penggerebekan, diakui Maradona, pihaknya sempat terlibat aksi kejar-kejaran dengan sejumlah orang yang kabur saat tahu digerebek polisi. Namun ia memastiakan bahwa dalam penggerebekan tersebut pihaknya berhasil memgamankan seorang bandar berinisial ES alias Encos dan pejudi berinisual TM.

Dari tangan keduanya, disebutkan Maradona, pihaknya juga mengamankan sejumlah uang dari kedua tersangka yang diduga merupakan uang taruhan perjudian.

“Jadi tempat ini biasanya buka saat warga solat tarawih agar tidak diketahui. Yang mau masang ini lalu datang ke lokasi itu dan ditampung siapa saja yang mau pasang taruhan, nanti didaftarkan secara online melalui website. Bisa dikatakan mereka ini koordinator ataubpenampung,” jelasnya.

Pejudi dan bandar yang berhasil ditangkap, saat ini berada di Mapolres Garut untuk diperiksa lebih lanjut. Maradona menyebut pihaknya akan mengembangkan kasus tersebut lebih dalam.

“Bisa saja mereka ini terorganisir dan ada kelompok lainnya yang melakukan kegiatan serupa di wilayah lainnya. Kita terus akan kembangkan kasus ini, mohon doanya ya,” ucapnya. (igo)