Tertimpa Reruntuhan Proyek PT KAI, Aep Meninggal di RSUD dr Slamet

393

RadarPriangan.com, GARUT – Aep Sapudin (55), warga Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, meninggal dunia usai tertimpa tembok reruntuhan bangunan proyek PT KAI (Kereta Api Indonesia), Selasa (11/02/2020).

Ia diketahui tertimpa reruntuhan bangunan saat tengah mencari rongsokan besi.

Komandan Koramil Garut Kota, Lettu Arh Edi menyebut bahwa lokasi kejadian yang menyebabkan Aep meninggal dunia terjadi di Kampung Pinggirsari, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.

“Jadi pada saat kejadian ini, sekitar pukul 13.00 korban berada di lantai dua bangunan rumah pinggir pabrik coklat untuk mencari rongsokan besi. Saat tengah melakukan aktivitasnya, bangunan tersebut roboh dan menimpa korban,” ujarnya.

Saat itu, kata Edi, korban diketahui langsung dibawa ke RSUD dr Slamet Garut untuk mendapatkan perawatan.

Dalam perawatan sendiri, Aep diketahui mengalami patah tulang lengan sebelah kiri, patah tulang pundah sebelah kiri, dan luka sobek di tangan sebelah kiri hingga harus dijahit 30 jahitan.

Setelah mendapatkan tindakan medis di RSUD dr Slamet Garut, Aep dinyatakan meninggal dunia oleh pihak dokter sekitar pukul 15.00.

“Janazah korban langsung dibawa oleh pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan di kampung halamannya,” katanya.

Sementara itu, salah salah seorang saksi yang melihat ambruknya bangunan, Aris (43) menyebut bahwa saat kejadian Aep diketahui tengah melakukan pencarian besi bersama dua orang rekannya.

Korban bersama kedua rekannya terlihat berusaha merobohkan bangunannya.

“Mungkin untuk mengambil besi yang ada di dalamnya. Mereka tidak ada yang mengingatkan juga kayanya oleh PT KAI atau pekerja proyek lainnya jadinya ya kejadian. Pas sedang berusaha merobohkan, korban ini mendorong tembok menggunakan besi sedangkan dua temannya bagian menarik,” sebutnya.

Pada saat tengah mendorong dan menarik, ungkap Aris, tiba-tiba tembok bangunan roboh dan langsung menimpa korban.

“Lumayan banyak darahnya dan tulang-tulangnya terlihat patah,” ungkap warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Selama ini memang di bangunan-bangunan yang dihancurkan PT KAI sering banget warga yang mencari besi bekas dan dibiarkan meski rawan terjadi kecelakaan seperti ini. Dan ternyata malah ada kejadian seperti ini,” tutupnya. (igo)