Terimakasih pak Bupati, Jika Tak Dibantu, Guru Honorer Garut Harus Rela Ngojek

770
Ketua Fagar, Cecep Kurniadi (Muhamad Erfan)

RadarPriangan.com, GARUT – Sejumlah guru honorer mengucapkan syukur dengan adanya bantuan khusus dari Pemerintah Kabupaten Garut, bagi mereka yang terdampak pandemi Covid19.

“Alhamdulillah dengan adanya program penanganan pihak terdampak Covid19 untuk honorer (bantuan tersebut, red) tidak ada dikotomi, sesuai dengan sasaran dan semua terakomodir baik sekolah negeri maupun swasta, dari mulai paud ,TK SD dan SMP,” kata Cecep Kurniadi, Ketua Forum Aliansi Guru dan Karyawan Kabupaten Garut, saat diminati tanggapan kaitan bantuan pemerintah untuk honorer non sertifikasi, Jumat (15/5/2020).

Pihaknya berharap, besaran bantuan yang diberikan memang sesuai dengan apa yang diharapkan, serta pencairannya dilakukan sebelum hari raya idul fitri.

“Mudah-mudahan program bantuan yang digagas Kabupaten ini juga diikuti oleh pemerintah propinsi maupun pemerintah pusat, karena kami (honorer, red) pun sama butuh perhatian dari pemerintah, sama-sama terkena dampak Covid19,” tambahnya.

Pasalnya kata Cecep, demi menyambung hidupnya, para honorer harus berjibaku selain dengan mengajar. Bahkan selama kerja di rumah, untuk mengisi kekosongan waktu belajar di rumah, rekan-rekan lainnya yang honorer bahkan harus rela ngojeg, jualan online, dan melakukan aktivitas usaha lainnya.

Lanjutnya, walapun sangat terbatas dari sisi penghasilan, upaya itu harus dilakukan para honorer demi menyambung hidup.

“Maka dari itu adanya bantuan kita atas nama organisasi yang tergabung dalam Fagar sangat berterimakasih kepada pemerintah daerah dalam hal ini Bupati, Wabup, Disdik, hingga DPRD yang sudah mendukung program ini,” ujar Cecep.

Pihaknya pun berharap, pemerintah pusat bisa segera menyelesaikan masalah honorer lainnya, baik itu honorer yg sudah mengikuti tes PPPK maupun honorer masih menunggu kebijakan pemerintah pusat untuk diangkat sebagai ASN. (erf)