Teredukasi Keuangan, ASN Bisa Kembangkan Usaha di Luar Tanggung Jawab Utama

294

RadarPriangan.com, GARUT — Komarudin SI.P, 54, ASN yang mengabdi di Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menjadi salah satu debitur Kredit Guna Bhakti (KGB) dari bank bjb yang berhasil menyiapkan strategis jelang pensiun. Komarudin, tidak hanya sukses bisnis sewa tendanya, tapi dia juga berhasil membeli gedung olah raga di luar tanggung jawab utamanya mengajar dan mengabdi.

Secara umum, PT Bank Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) memang mendorong debitur untuk berpola produktif melalui penyaluran kredit KGB.

Program KGB memungkinkan untuk ASN/PNS untuk bisa berbisnis di luar tanggung jawab pekerjaan utama sebagai persiapan melanjutkan keberlangsungan ekonomi pasca pensiun.

KGB diberikan khusus untuk debitur berpenghasilan tetap seperti ASN, pegawai BUMD dan pegawai swasta berpenghasilan tetap yang payroll-nya gajinya telah atau belum disalurkan melalui bank bjb dan/atau tempat debitur bekerja telah memiliki perjanjian kerjasama dengan bank bjb. Di mana sumber pengembaliannya berasal dari gaji debitur yang digunakan untuk keperluan multiguna.

Dalam program KGB, angsuran kredit akan dipotong otomatis dari setiap gaji yang diterima pegawai setiap bulan. Besaran angsuran dapat disesuaikan dengan nilai penghasilan debitur yang mengacu pada tenor pengembalian. Untuk plafon pinjaman, dimulai dari nominal Rp 10 juta hingga Rp 500 juta. Adapun untuk tenor pengembalian dapat dimulai dari jangka waktu 12 bulan hingga 15 tahun.

Nah, salah satu nasabah yang merasakan manfaat program KGB tersebut salah satunya Komarudin. Ayah tiga orang anak itu mengaku terbantu dalam menyiapkan masa depan di luar pekerjaan utama.

”Saya punya usaha sewa tenda. Dari 2010 hingga sekarang, Alhamdulillah masih berjalan. Progresnya cukup bagus,” kata Komarudin saat ditemui, belum lama ini.

Dia mengaku, dua kali melakukan pinjaman menggunakan KGB dari bank bjb. Pertama di 2010 dengan flapond Rp150 juta.

Usahanya dan keuletannya berbuah manis. Dia pun akhirnya bisa membeli tanah dan bangunan sarana olahraga. Melihat prosfektif ke depan di bidang olahraga, dia pun memberanikan diri untuk mengajukan kembali KGB ke bank bjb dengan plafond Rp 270 juta.

”Alhamdulillah hingga saat ini tidak ada hambatan. Terlebih istri juga ASN, ikut juga program KGB,” ungkapnya sambil menambahkan, istrinya berdinas di Dinas Kesehatan Kabupaten Garut.

Sebagai ASN, dia merasa, syarat yang diajukan pihak bank bjb sangat gampang. Lebih selama mengabdi 30 tahun, gaji dia melalui bank bjb.

”Saya seperti sudah melekat dengan bjb. Memang ada beberapa tawaran dari bank atau pihak lain. Tapi sejauh ini saya tidak berminat,” ungkapnya.

Secara teknis, persyaratan yang dilampirkan debitur antara lain, salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon dan pasangan, kartu keluarga (KK) atau akta nikah, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), kartu pegawai, surat keputusan pegawai, surat pengangkatan kepangkatan terakhir, slip gaji, kartu Taspen serta pas foto berukuran 3×4 satu buah.

Tidak hanya sebatas itu. Komarudin mengaku, merasa pengembangan usaha yang dijalankannya saat ini sangat terbantu. Sebab, dia mendapatkan edukasi bisnis dan pemahaman pengelolaan keuangan dari pihak bank bjb secara berkala.

Di bagian lain, KGB memiliki fitur penyisihan dana sebesar satu kali angsuran dari hasil pencairan kredit di rekening tabungan debitur. Karena itu saldo dapat digunakan sewaktu-waktu bila ada hal yang tidak terduga di kemudian hari.

Fitur penyisihan ini dapat memacu budaya menabung dengan menambah saldo Tabungan Masa Datang karenanya saldo tersebut tetap memperoleh jasa bunga tabungan.

Selain KGB, bank bjb juga menawarkan produk baru pada 2017 berupa KGB Plus. Seperti KGB, layanan dari KGB Plus juga ditujukan bagi debitur dengan penyaluran gaji melalui bank bjb. Namun sumber angsuran berasal dari tunjangan penghasilan. Sehingga tidak mengganggu payroll kredit lain.

Selain itu, bank bjb memberikan penawaran menarik bagi debitur KGB yakni dengan menggelar program undian berhadiah umrah. Program tersebut diselenggarakan dalam rangka meningkatkan loyalitas nasabah dan telah dilakukan rutin sejak 2015. Program ini merupakan bentuk apresiasi bank bjb kepada nasabah kredit konsumer.

Pada tahun 2018, bank bjb berkesempatan memberangkatkan sebanyak 175 nasabah Muslim. Sementara untuk pemenang undian debitur nonmuslim, bank bjb menyediakan perjalanan ke holyland. Beberapa tujuan di antaranya perjalanan menuju Betlehem bagi pemeluk Nasrani, Sungai Gangga di India untuk Hindu dan Nepal bagi penganut Budha.

Terakhir namun tidak kalah penting, usaha-usaha yang dilakukan oleh debitur di daerahnya mendukung program Pemerintah yang disupport oleh bank bjb seperti OVOC, One Product One Pesantren, Pesat dan bjb Bisa sebagai salah satu luncuran produk yang mengarah literasi keuangan. (adv)