Tatap Pemilu 2024, Partai Gelora Garut Targetkan Kursi Eksekutif dan Legislatif

195

GARUT – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia mulai membangun struktur partai hingga daerah, diantaranya Garut. Partai besutan eks-Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta itu mulai menguatkan kepengurusan di daerah dan Kecamatan.

Di Kabupaten Garut sendiri, Partai Gelora sudah membentuk lima orang pengurus inti, 35 pengurus tingkat Kecamatan. Kedepannya, pihaknya akan memperkuat kepengurusan di masing-masing Kecamatan hingga Ranting. Memasuki tahun politik pada 2024 mendatang, Partai Gelora menargetkan punya kursi legislatif dan pimpinan Kepala Daerah (Bupati atau Wakil Bupati Garut).

Cep Ahmad Mukhtar dipilih sebagai sosok yang mengisi posisi Ketua Partai Gelora Indonesia Kabupaten Garut. Cep yang juga merupakan eks-PKS itu dikenal sebagai seorang profesional dari kalangan akademisi dan tokoh masyarakat.

“Insya Allah progres bisa mencapai 100 persen, walaupun ada beberapa lagi kecamatan yang belum memenuhi administrasi, dan saya pun optimis di Pemilu 2024 partai Gelora bisa meraih kursi (di Legislatif, red) Partainya baru tapi didalamnya diisi muka-muka pemain politik lama,” katanya usai soft launching Partai Gelora Garut di Kafe Upnormal Jalan Papandayan Garut, Ahad (15/12).

Kerap dikaitkan dengan PKS, Cep menegaskan, Partai Gelora tidak sama dengan PKS. Hal tersebut kata Cep, bisa dilihat dari 90 persen pengurus Inti tingkat kecamatan bukan mantan kader PKS, begitu pun kepengurusan tingkat Kabupaten.

“Saya jamin bahwa Gelora Kabupaten Garut bukan PKS perjuangan, atau PKS biru, karena Eks PKS hanya sebagian kecil saja,” katanya.

Di tingkat kabupaten lanjut Cep, beberapa kalangan sudah bergabung, mulai kalangan pengusaha, akademisi, aktvis pergerakan,  kalangan milenial bahkan hingga mantan anggota dari berbagai partai politik.

Sementara itu, Ketua DPW Partai Gelora Indonesia Provinsi Jawa Barat, Haris Yuliana, menyebutkan, pembentukan struktur partai sudah tersebar di 500 Kecamatan yang ada di Jawa Barat.

“Tinggal kerapihan jaringan-jaringannya dan saya optimis untuk Jawa Barat katagorinya sudah aman dan telah memenuhi seluruh Undang-undang, dan kita tinggal menunggu daerah-daerah yang lain untuk tinggal penyempurnaan saja,” kata mantan Timses Ahmad Heryawan di Pilgub Jabar yang juga eks-Politisi PKS itu.

Menurutnya, ruang demokrasi yang besar merupakan fasilitas yang paling strategis untuk melepaskan masyarakat dari kemiskinan dan kebutuhan dasar lainnya. Sementara ini, hasil dari demokrasi yang ada sekarang belum memuaskan banyak pihak. Dengan begitu, Haris menegaskan, Partai Gelora bisa menjadi alternatif bagi kalangan yang menginginkan akselerasi dalam membawa bangsa ke arah baru yang lebih baik. (erf)