Tahun Politik, Ormas Kerap Berafiliasi Politik

248
Wahyudijaya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Garut.

GARUT – Memasuki tahun politik bukan hal aneh jika suatu organisasi masyarakat pada akhirnya berafiliasi secara politis dengan salah satu kandidat, baik itu di Pemilu Presiden maupun Pemilu Legislatif. Hal tersebut dibenarkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Garut, Wahyudijaya, kepada wartawan.

“Itu hal lumrah karena dinamika demokrasi kita mengedepankan nilai-nilai di masyarakat. Di alam demokrasi itu sendiri sekarang tidak ada pembatasan, dalam artian semua warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk menyalurkan pendapatnya. Kebetulan misalnya orang (yang menyatakan pendapat, red) itu berkaitan dengan rentang kendali organisasinya, itu sah-sah saja mendukung atau tidak mendukung,” kata Wahyu, kemarin (5/11).

Menurutnya, kondisi ini tidak bisa dinafikan antara nilai definisi dengan wilayah kepentingan. Kendati demikian, sikap tersebut tidak mutlak diimplementasikan oleh anggota di bawahnya.

“Misalnya secara organisatoris itu mendukung salah satu pihak, tapi di tingkatan implementasi tidak mutlak misalnya anggota atau usernya tidak sama dengan sikap politik dari organisasinya,” tambahnya.

Saat ini, pihaknya mencatat lebih dari 400 organisasi masyarakat yang ada di Kabupaten Garut. Namun selain bermunculannya organ definitif, seiring ramainya isu-isu publik yang berkembang diikuti munculnya organ taktis yang anggotanya atau orang – orangnya terdiri dari beberapa organisasi definitif.

“Organ taktis ini biasanya sifatnya sementara, misalnya Aliansi pembela Tauhid kemarin, itu organ taktis gabungan dari organ definitif. Itu biasanya tergantung momentum tergantung isu sentral yang dikritisi. Ada juga organ taktis lainnya, kami belum mencatat berapa banyak karena itu belum didaftarkan ke kami,” katanya. (erf)