Sungguh Mulia, Guru di Garut Mengajar dari Rumah ke Rumah

164
Demi memastikan siswa mendapat pelajaran, guru SMPN 1 Tarogong Kaler, Kabupaten Grut, Cecep Kurniadi mendatangi siswanya dari rumah ke rumah (Muhamad Erfan)

RadarPriangan.com, GARUT – Pembelajaran di ruang kelas sudah menjadi suasana asing semenjak pemerintah memberlakukan program belajar di rumah.

Satu bulan terakhir, para siswa tidak lagi pergi ke sekolah serta tidak bertatap muka setiap harinya dengan para guru. Kondisi tersebut membuat proses belajar agak tersendat.

Maka Pemerintah pun memberikan solusi dengan melakukan pembelajaran secara online atau melalui media sosial untuk proses pembelajaran serta pengiriman tugas masing-masing pelajaran.

Namun masalahnya, tidak semua orang tua siswa memiliki ponsel atau android untuk mengirimkan tugas-tugas yang diberikan sekolah itu.

Alhasil, guru di Kabupaten Garut berinisiatif mengadakan program belajar mengajar dari pintu ke pintu. Mereka mengunjungi rumah siswa yang tidak bisa belajar melalui teknologi informasi.

“Kita tidak ingin anak didik ketinggalan belajarnya, memang belajar di rumah selama ini terus digalakan, tetapi untuk memastikan itu maka kita terjun langsung ke rumah para siswa”.

“Kita memberikan pembelajaran serta memotivasi anak agar terus meningkatkan ilmu meski di rumah,” kata salah seorang guru SMPN 1 Tarogong Kaler, Cecep Kurniadi, Rabu (22/4/2020).

Dalam proses tersebut, pihaknya tetap melaksanakan physical distancing dilengkapi penggunaan masker. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tengah upaya pembelajaran.

“Kami mempunyai program belajar dari pintu ke pintu, sasarannya kepada mereka yang tidak mempunyai media sosial, kita ingin proses belajar mengajar tetap berlangsung, pengetahuan dan motivasi siswa dalam belajar terus bertambah,” kata Cecep yang juga Ketua Forum Aliansi Guru dan Karyawan Kabupaten Garut itu.

Program ini mendapat antusias dan apresiasi cukup tinggi dari para siswa termasuk orang tua. Kedepannya, ia berharap proses belajar mengajar bisa berjalan normal kembali tanpa adanya ancaman virus korona. (erf)