SPAN-UM PTKIN 2021 Resmi Dibuka

22

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Seleksi Prestasi Akademik Nasional-Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-UM PTKIN) 2021.

SPAN-PTKIN merupakan pola seleksi yang dilaksanakan secara nasional oleh seluruh UIN /IAIN /STAIN dalam satu sistem yang terpadu dan diselenggarakan secara serentak oleh panitia nasional yang ditetapkan oleh Menteri Agama.

“Saya minta para rektor dan ketua berinovasi dalam mengafirmasi kajian keislaman atau Islamic Studies yang merupakan core competencies PTKIN. Sebab, besarnya minat mahasiswa terhadap program studi umum di PTKIN perlu diimbangi dengan upaya untuk terus menghidupkan kajian-kajian strategis dalam bidang Islami studies,” kata Menag, Yaqut Cholil Qoumas dalam pernyataanya, Kamis (14/1/2021).

Yaqut menuturkan, ada dua fakta yang harus menjadi perhatian pimpinan PTKIN. Pertama, menurunnya minat pendaftar terhadap sejumlah prodi ilmu keislaman (Islamic Studies), antara lain: Ilmu Hadis, Manajemen Zakat dan Wakaf, dan Bimbingan Penyuluhan Islam.

“Minat terhadap Perbankan Syariah dan Manajemen Keuangan Syariah memang meningkat, namun masih kalah dengan Kedokteran, Psikologi, Sains dan Teknologi. Ini harus dipikirkan inovasinya,” ujarnya.

Fakta kedua, kata Yaqut, input pendaftar PTKIN hampir 50 persen didominasi alumni SMA/SMK. Sebagian besar dari mereka lemah dalam Islamic Studies. Karenanya, perlu penguatan wawasan keagaman yang moderat.

“Ini juga harus diinisiasi programnya. Agar sejalan dengan penguatan moderasi beragama yang sedang digalakkan Kemenag,” imbuhnya.

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Ali Ramdhani menambahkan, bahwa SPAN PTKIN merupakan proses seleksi kepada calon mahasiswa melalui prestasi akademik dan non akademik.

“SPAN dilakukan dengan menjaring prestasi akademik dengan menggunakan nilai rapor dan prestasi lainnya tanpa ujian tertulis,” kata Dhani.

Dhani mengatakan, bahwa SPAN-UM PTKIN ini sudah digelar sejak 2010. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam pada PTKIN strata 1 (program sarjana).

“SPAN-UM PTKIN dilakulan dengan mengunakan sistem seleksi elektroik atau computer based test (CBT) online tahun 2021,” ujarnya.

Dhani menegaskan, untuk mengikuti seleksi SPAN, para peserta tidak dibebankan biaya pendaftaran. Sebab, biaya pelaksanaan seluruhnya yang diikuti 58 PTKIN dan 1 Fakultas Agama Islam Perguruan Tinggi Negeri ditanggung oleh pemerintah.

“Biaya pelaksanaan SPAN-PTKIN ditanggung oleh pemerintah, sehingga peserta tidak dipungut biaya pendaftaran. Intinya, proses seleksi harus mengedepankan prinsip adil, transparan, dan tidak diskriminatif,” tegasnya.

Sementara pola seleksi lain selain SPAN adalah UM-PTKIN di mana biaya pendaftaran ditanggung oleh para peserta sebesar Rp 200.000. UM PTKIN merupakan sistem seleksi yang menggunakan tes sistem elektronik yang disebut Computer Based Test (CBT).

“Untuk UM PTKIN, akan dikenakan biaya sebesar Rp200 ribu. Penyelenggaran UM PTKIN memiliki kebijakan teknologi yang baik,” terangnya.

Terkait semua informasi terkait SPAN-UM, lanjut Dhani, dapat diakses mulai 18 Januari 2021. Semua laporan, baik persyaratan maupun ketentuan tahap seleksi akan disosialisasikan pada laman resmi umptkin.ac.id.

“Atau, pada Facebook dan Twitter yakni @infoumptkin, Instagram dan YouTube dengan nama akun spanumptikin. Aduan lainnya dapat dilakukan lewat email info@umptkin.ac.id.,” jelasnya.

Dapat disampaikan, kendati di tengah pandemi Covid-19, minat pendaftar PTKIN tidak mengalami penurunan. Bahkan, ada sedikit peningkatan, baik melalui jalur SPAN atau UMPTKIN.

Untuk jalur seleksi Prestasi Akademik atau SPAN PTKIN pada tahun 2020, ada 263.061 pendaftar, dengan komposisi 192.783 adalah perempuan dan 70.278 laki-laki.

Sedangkan UMPTKIN dengan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) tercatat ada 132.429 pendaftar. Sehingga, jumlah yang ikut SPAN-UMPTKIN pada tahun 2020 adalah 395.490 peserta. (der/fin)