Siti Meninggal Dunia, Tenggelam di Kolam Darajat Pass

259
ilustrasi

GARUT – Siti Syafa (10), warga Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Jumat (13/12/2019) meninggal dunia di RSUD dr Slamet Garut usai mendapatkan perawatan selama beberapa jam. Sebelumnya, Siti diketahui tenggelam di kolam renang Darajat Pass, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut.

Kapolsek Pasirwangi, Iptu Zainuri menyebut bahwa sebelum meninggal Siti sehari sebelumnya diketahui menginap bersama orang tua dan saudaranya di Darajat Pass. Pada Jumat pagi, sekitar pukul 04.30 korban berenang bersama keluarga di kolam renang milik tempat mereka menginap.

“Tidak lama berselang setelah berenang, korban ini diketahui tenggelam di kolam dewasa dan langsung ditolong oleh pengunjung lainnya. Posisinya saat itu sudah tenggelam,” ujarnya, Minggu(15/12/2019).

Sebelum tenggelam, lanjut Zainuri, korban diketahui berenang di kolam anak dan sempat hendak berenang di kolam dewasa namun dilarang oleh pengunjung lainnya. Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba Siti sudah berada di kolam dewasa tanpa diketahui oleh petugas dan juga pengunjung lainnya.

Usai diangkat oleh pengunjung dari dalam kolam, Siti, disebut Zainuri sempat mendapatkan pertolongan pertama lalu dibawa ke Puskemas Gadog dan kemudian dirujuk ke RSUD dr Slamet Garut sekitar pukul 05.15.

Siti sendiri kemudian dinyatakan meninggal dunia oleh dokter yang menangani sekitar pukul 07.10 di RSUD dr Slamet Garut.

“Pihak keluarga sekitar pukul 10.35 korban dibawa pulang oleh keluarga ke Bandung untuk disemayamkan dan dikebumikan,” katanya.

Pihak keluarga, dijelaskan Zainuri, menolak autopsi kepada Siti dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Ia menyebut bahwa kedua belah pihak bersepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

Sementara itu Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng mengatakan bahwa pihaknya belum bisa melakukan penyelidikan lanjutan atas meninggalnya Siti. Untuk bisa mengetahui adanya unsur pidana dalam kejadian tersebut, disebutnya harus ada laporan dari pihak keluarga dan hasil autopsi penyebab kematian korban.

“Untuk dugaan adanya kelalaian dalam kejadian ini atau yang lainnya memang harus ada laporan kepada polisi. Selain itu juga kan keluarga menolak autopsi sehingga proses ini tidak bisa kita lanjutkan,” katanya. (igo)