Simon Malah Senang jika Diremehkan

230
Simon McMenemy

RadarPriangan.com, JAKARTA – Hasil drawing kualifikasi Piala Dunia 2022 kemarin, jarak Indonesia dari Qatar jadi terasa semakin jauh. Alasannya apa lagi kalau bukan kualitas para calon lawan.

Di fase grup perebutan tiket menuju putaran final di Qatar tersebut, Garuda -julukan tim nasional (timnas) senior- tergabung di grup G bersama tiga musuh besar dari Asia Tenggara: Vietnam, Thailand, dan Malaysia.

Serta tim kuat Timur Tengah yang pernah lolos ke Piala Dunia: Uni Emirat Arab.

Total ada delapan grup di fase penyisihan Zona Asia. Juara grup dan empat runner-up terbaik berhak melaju ke babak selanjutnya.

“Mudah-mudahan kami mendapatkan hasil yang positif,” kata Simon McMenemy, pelatih Indonesia, menanggapi hasil drawing kemarin.

Dalam pertemuan terakhir dengan Thailand di fase grup Piala AFF 2018, Indonesia dihajar 2-4 di Stadion Rajamangala, Bangkok. Negeri Gajah Putih itu memang selalu jadi momok. Total tiga kali Indonesia kalah oleh mereka dalam final Piala AFF.

Prestasi Vietnam, lawan lainnya, juga tengah menanjak. Juara bertahan Piala AFF itu berhasil menembus perempat final Piala Asia 2019.

The Golden Star -julukan Vietnam- kini berada di posisi ke-96 ranking terbaru FIFA. Jauh di atas Indonesia yang bercokol di peringkat ke-160. Posisi Indonesia itu paling buncit di grup G. Thailand di peringkat ke-116, UEA malah menghuni tempat ke-67.

Hanya Malaysia yang paling dekat, satu setrip di atas Indonesia. Tapi, laga melawan negeri jiran itu selalu sulit. Malaysia pula yang menghancurkan harapan gelar Indonesia dalam final Piala AFF 2010 dan SEA Games (level U-23) 2011.

Meski demikian, bukan berarti tak ada harapan sama sekali. Setidaknya dari sisi head-to-head, hanya Thailand yang dominan atas Indonesia. Dari 77 pertandingan melawan Garuda, The War Elephants -julukan timnas Thailand- memenangi 38 di antaranya. Adapun Garuda hanya menang 25 kali.

Melawan Malaysia, dari 95 kali pertandingan, Indonesia menang 39 kali dan kalah 35 kali. Indonesia juga tercatat menang 9 kali atas Thailand dan kalah 5 kali. Adapun menghadapi UEA, dalam empat pertemuan, Garuda 2 kali menang dan 2 kali kalah.

McMenemy pun berharap dukungan menggelora para suporter, seperti yang selama ini telah ditunjukkan, bisa menjadi penyuntik semangat bagi para penggawa timnas menghadapi lawan-lawan sulit tersebut. “Semua harus sama-sama membantu. Semua harus optimistis, kami akan kerja keras,” jelasnya.

Melihat reputasi para calon lawan, sangat mungkin laga dipadati suporter. Apalagi jika di laga pertama menjamu Malaysia bisa langsung menunjukkan hasil positif.

Yanto Basna, bek yang terpanggil ke timnas dalam dua uji coba terakhir, mengakui bahwa Garuda mungkin bakal diremehkan. Tapi, menurut dia, itu malah bakal menguntungkan. Bisa mendongkrak semangat para pemain untuk melakukan pembuktian di lapangan.

“Semoga masyarakat Indonesia bakal memberikan dukungan penuh di stadion,” ujar Yanto. (rid/c6/ttg/jpc)