Sikapi Informasi Gempa Megathrust, Pemkab Garut Siapkan Peta Kontijensi, Mitigasi, dan Emergensi

298
ilustrasi (pixabay)

RadarPriangan.com, GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah membuat tiga peta, mulai dari kontijensi, mitigasi, dan emergensi.

Langkah tersebut dilakukan menyikapi informasi hasil penelitian dari Institut Teknologi Bandung(ITB) tentang potensi gempa megathrusht dan tsunami di selatan pulau Jawa.

Dimana sebelumnya dikabarkan di jurnal nature scientific report dari hasil penelitian ITB terdapat potensi gempa megathrust di selatan pulau Jawa sehingga menimbulkan tsunami dengan ketinggian mencapai 20 meter.

“BPBD sedang membuat peta kontijensi, mitigasi dan emergensi untuk evakuasi. Kalau megathrust terjadi agak sulit kalau 10 menit. Kita memerlukan waktu minimal 30 menit untuk evakuasi,” kata Bupati Garut, Rudy Gunawan, Senin (28/9/2020).

Setidaknya, kata Rudy, terdapat 7 kecamatan yang berada di sekitar pantai selatan Garut yang akan terancam kalau penelitian tersebut terjadi. Ketujuh kecamatan tersebut mulai dari Cibalong, Pameungpeuk, Cikelet, Mekarmukti, Bungbulang, Pakenjeng, dan Caringin.

Di tujuh kecamatan itu, terdapat ribuan rumah yang dihuni oleh puluhan ribu jiwa yang harus dievakuasi ke dataran yang lebih tinggi.

“Yang paling rawan itu warga di 3 kecamatan, mulai dari Cikelet, Pameungpeuk, dan Cibalong. Apalagi di Pameungpeuk ini ada pasar yang selalu dipadati. Masjid agungnya saja berada di 7 meter di atas permukaan laut. Jadi memang ketiga kecamatan itu ada di dataran rendah. Bisa dibayangkan kalau 20 meter, waduh,” sebutnya.

Karena itu kata Rudy di tahun 2020 ini pihaknya melalui BPBD membuat jalur evakuasi di beberapa tempat. Pihaknya mengambil langkah-langkah agar warga di sekitar pantai selatan Garut tidak panik.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Garut juga sedang memperbaiki alat pendeteksi tsunami karena dari 7 alat yang terpasang hanya 2 saja yang berfungsi. “Ada 5 tempat yang kami ajukan, kami dapat 2 atau 3 dari BNPB,” katanya.

Kesiapan lainnya, Pemkab Garut juga menyiapkan langkah mitigas dengan memperbaiki jalur evakuasi dengan ketinggian minimal 30 meter.Walau begitu, hasil perhitungan pihaknya saat hal tersebut terjadi tetap akan sulit melakukan evakuasi.

“Karena katanya 5 menit sudah sampai di daratan, ini yang sedang kami pikirkan. Kita akan simulasi. Namun memang alat-alat sangat terbatas. Kita akan upayakan simulasi untuk meminimalisasi korban. Kita ada anggaran. Arahnya masyarakat tidak boleh lagi memperhatikan harta benda. Ketika terjadi, seadanya saja langsung lari ke atas yang lebih aman,” tutupnya. (igo/RP)