Setelah Gaduh Keraton Kasepuhan, Rahardjo Sambangi Wali Kota Cirebon

156
Elang Heri (kiri) dan Rahardjo Djali (kanan), usai menemui Wali Kota Nashrudin Azis di rumah dinasnya, Senin (29/6) malam. Foto: Dedi Haryadi/radarcirebon.com

RadarPriangan.com, CIREBON – Setelah pernyataannya yang membuat gempar dalam video yang viral di medsos, Rahardjo Djali bersama Elang Heri mendatangi rumah dinas Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis di Jalan Siliwangi, Senin (29/6/2020) malam.

Kedatangannya ke rumah dinas Wali Kota itu masih terkait kegaduhan di keraton Kasepuhan yang viral itu.

Pemerintah Kota Cirebon sendiri siap menjembatani soal kisruh di keluarga Keraton tersebut agar ada solusi. Hal itu diungkapkan Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis.

“Saya sebagai pemerintah akan berusaha membantu menjembatani dan memediasi mempertemukan kedua belah pihak keluarga keraton untuk duduk bareng mencari solusi. Tapi kami hanya mempertemukan saja, tidak ikut campur dan tidak ikut musyawarah dalam persoalan keluarga,” ungkap Azis kepada wartawan usai menerima kunjungan Rahardjo dan Heri.

Azis memgatakan, kedatangan Rahardjo dan Heri menemui dirinya untuk menyampaikan duduk persoalan yang terjadi di Keraton Kasepuhan.

“Mereka menceritakan maksud dan tujuannya bertemu saya bahwa ingin berbuat sesuatu yang baik untuk Keraton Kasepuhan, intinya itu,” katanya seperti dilansir Radar Cirebon (Radar Priangan Group).

Dirinya berpesan kepada Rahardjo dan Heri untuk menjaga hal-hal yang menimbulkan keresahan-keresahan baru yang dapat merugikan bangsa dan Kota Cirebon.

“Saya sebagai kepala daerah yang memiliki kewajiban menjaga kelestarian keraton-keraton di Kota Cirebon berpesan kepada Pak Rahardjo dan Elang Heri dalam menangani permasalahan internal keraton tersebut agar jangan sampai menimbulkan keresahan yang akan merugikan keraton itu sendiri,” ujarnya.

Azis juga menuturkan, harapan serta keinginan Rahardjo dan Heri bisa bertemu dengan keluarga Pangeran Arief. Tujuannya untuk membahas persoalan yang ada di Keraton Kasepuhan.

“Saya kira itu sikap yang positif, dan saya sebagai pemerintah daerah berharap pertemuan itu bisa terwujud dan permasalahan itu terselesaikan dengan baik,” tuturnya.

Karena itu Azis meminta kedua belah pihak keluarga untuk dapat menahan diri agar tidak terjadi permasalahan yang lebih buruk.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Pangeran Arief. Namun sekarang beliau sedang sakit dan dirawat di Bandung, jadi kami tidak berbicara banyak. Hanya menginformasi keadaan demikian dan berpesan kepada beliau agar menanggapinya jangan sampai menimbulkan sebuah konflik yang dapat merugikan keraton itu sendiri,” pungkasnya.

Sementara, Elang Heri yang mendampingi Rahardjo mengatakan, maksud dan tujuan bertemu dengan wali kota untuk menjelaskan persoalan yang terjadi di Keraton Kasepuhan, kemarin.

“Kedatangan kami bertemu dengan wali kota pertama bersilaturahmi. Intinya saya menjelaskan bahwa kegaduhan ini kan menimbulkan berita yang tidak sesuai. Kalau pemerintah daerah kan gak bisa masuk. Bukan masalah kita minta tolong ke pak wali, tapi ngasih tahu bahwa ini pak kejadiannya begini-begini. Artinya mohon maaf dengan kegaduhan ini. Barangkali Cirebon jadi beritanya simpang siur,” terang anak sesepuh Pangeran Upi ini.

Heri menekankan, jika ingin lebih jelas terkait masalah lebih lanjut dipersilakan untuk datang ke keraton. Jangan sampai ada komentar dari oknum di luar keraton.

“Takutnya saudara-saudara yang lain tidak terima. Karena ini masalahnya turunan Syekh Syarif. Bukan masalah keraton. Karena keraton banyak nih. Jadi jangan sampai ada berita yang jadi opini yang tidak jelas. Kan saya gak mau ribut, Mas. Tapi, saya ingin keraton ini seperti dulu, mendamaikan masyarakat, kerjanya,” ucapnya.

Elang Heri menyambut baik jika pihak Wali Kota Cirebon bisa menjembatani pertemuan antar kedua keluarga. “Sebenarnya simpel. Kalau Ariefnya mau ketemu, tinggal ngobrol saja, beres,” ujarnya.

“Tapi barangkali ada dari pihak pak wali yang bisa mempertemukan kedua keluarga kami, silakan demi untuk kebaikan. Pihak pak wali hanya menjembatani, keluarga silakan ngobrol. Karena ini sebenarnya masalah intern,” tuturnya. (rdh/RC/RP)