Sembilan Jenderal Lolos Seleksi Calon Pimpinan KPK

145
Kapolri Jenderal Tito Karnavian

RadarPriangan.com, JAKARTA – Masih ada waktu sampai Kamis (4/7) untuk mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan KPK. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendorong perwira tinggi (pati) Polri ikut mendaftar.

Tito menuturkan bahwa instansinya membuka pintu selebar-lebarnya bagi anggota Polri yang ingin mendaftar sebagai calon pimpinan (capim) KPK.

Hingga kemarin ada sembilan pati Polri yang disebut punya niat mendaftar sebagai capim KPK. Mulai jenderal bintang dua sampai bintang satu. Menurut Tito, sembilan perwira tinggi itu sudah melalui seleksi internal.

“Seleksi internal kami nggak ada masalah. Cuma kami nggak tahu nanti kan ada LHKPN, ada PPATK, pengecekan-pengecekan itu nanti akan dilaksanakan,” terang dia.

Orang nomor satu di Polri itu menjelaskan, mekanisme seleksi internal Polri tidak sembarangan. Setiap pati yang hendak ikut seleksi capim KPK harus mendapat rekomendasi dari dirinya. Sebelum dapat rekomendasi, rekam jejak mereka diperiksa. Baik oleh irwasum maupun propam. Sepanjang tidak bermasalah serta memiliki catatan baik, pasti direkomendasikan. Sebaliknya, apabila punya catatan buruk, Tito tidak akan memberi izin.

“Percuma dikirim, nanti tahu-tahu ada catatan ditemukan pansel, malu. Jadi, lebih baik nggak usah dikirim,” imbuhnya.

Dia menyampaikan itu lantaran pansel pasti menyeleksi setiap pendaftar. Lewat seleksi internal yang sudah dilakukan Polri, mantan kepala Polda Metro Jaya itu optimistis ada anggota Polri yang lolos.

Tito juga berharap besar, satu di antara banyak pati Polri yang mendaftar bakal terpilih. “Sehingga hubungan kerja sama dalam penanganan korupsi antara KPK dan Polri sinerginya lebih baik dan lebih mudah,” terangnya.

Tito menyampaikan bahwa dirinya sangat terbuka. Selama masa pendaftaran belum ditutup, dia membuka kesempatan tersebut.

“Saya persilakan kepada anggota Polri terutama yang pati, kalau mau mendaftar. Yang merasa punya kemampuan monggo,” kata dia.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa keberadaan anggota Polri sebagai pimpinan di KPK sangat penting. Tentu bukan sebatas untuk meningkatkan kerja sama.

Menurut Tito, Polri dengan sumber daya yang sangat besar dan sudah tersebar di seluruh Indonesia merupakan mitra strategis bagi KPK. Baik untuk pencegahan maupun penindakan korupsi.

Dia menuturkan bahwa anggotanya yang pernah bertugas di KPK dan kembali ke institusi Polri bisa menjadi role model untuk memperbaiki kultur internal Polri. Tito juga menyebut beberapa nama seniornya yang punya catatan baik selama bertugas di KPK. Mulai Taufiequrachman Ruki, Bibit Samad Rianto, sampai pimpinan yang masih bertugas saat ini, Basaria Panjaitan.

Saat dikonfirmasi kemarin sore, anggota Pansel Capim KPK Al Araf mengungkapkan, sudah ada 35 nama yang mendaftar. Dari 35 orang tersebut, satu di antaranya adalah anggota Polri yang masih aktif. Namun, Al Araf belum bisa membuka identitas anggota Polri tersebut. Sebab, masa pendaftaran masih dibuka sampai awal bulan depan. Pada waktunya, nama-nama itu akan dibuka kepada publik. Selain anggota Polri, ada juga pendaftar berlatar belakang akademisi, praktisi, PNS, dan pensiunan pemerintah. (riz/ful)