Seleksi Calon Mahasiswa untuk di Timur Tengah Segera Dibuka

63
dok FIN

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Agama akan kembali membuka seleksi calon mahasiswa S1 untuk kuliah di Timur Tengah (Timteng). Adapun negara-negara yang menjadi tujuan utama diantaranya Mesir, Sudan, dan Maroko.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Arskal Salim mengatakan, dalam selekasi tahun ini, Kemenag akan membuka program beasiswa dan non beasiswa. Rencannya, proses seleksi akan dilaksanakan pada April 2020.

Untuk mekanisme pembagiannya, ada 160 kuota beasiswa S1 Mesir yang terdistribusi dalam empat jalur, yaitu Kemenag (20 orang), Kedutaan Mesir (30), PBNU (30), dan Pondok Pesantren Gontor (80).

“Sementara untuk kuota beasiswa dari Sudan dan Maroko, diperkirakan seperti tahun lalu, masing-masing 20 orang,” kata Arskal, Kamis (23/01/2020), seperti dikutif dari FIN (Grup radarpriangan.com).

Arskal meminta, seleksi tahun 2020 tetap berbasis komputer dengan lokal koneksi. Sedangkan untuk jadwal pelaksanaan seleksi tidak serentak, tapi dengan waktu berbeda antar satuan kerja penyelenggara.

“Ini bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada peserta dalam memilih beberapa alternatif pilihan lokasi,” terangnya.

Selain tes tulis berbasis komputer, lanjut Arskal, akan dilakukan juga proses wawancara. Menurutnya, wawancara dapat menggali dan memastikan calon mahasiswa baru ke Timur Tengah ini terbebas dari ekstrimisme yang menentang ideologi negara.

“Komitmen kebangsaan harus menjadi bagian terpenting dalam proses seleksi ini, sehingga para mahasiswa yang kembali ke Indonesia tetap menjadi penjaga ajaran Islam yang moderat,” tuturnya.

Sementara itu, Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama M. Adib Abdushomad menyampaikan, bahwa seleksi ini bertujuan untuk menyaring lulusan Madrasah Aliyah/Pondok Pesantren atau sekolah potensial untuk mengikuti studi ke negara Timur Tengah.

Tujuan lainnya, mempersiapkan generasi terbaik dalam bidang ilmu keislaman dan Bahasa Arab dalam rangka melahirkan calon ilmuwan yang mumpuni dan memiliki kapasitas keilmuan yang memadai.

“Untuk model seleksi tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Waktu pelaksanaan tidak dilakukan secara bersamaan namun akan dilakukan dengan waktu dan soal yang berbeda di masing-masing lokasi,” jelas Adib. (der/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here