Selain Gaji Naik, PNS juga Terima Rapel

325

RADARPRIANGAN.COM, BANJAR – Perasaan gembira menyelimuti para pegawai negeri sipil (PNS), tak terkecuali di Kota Banjar yang juga merasakan imbas dari ditekennya PP No 15 tahun 2019 tentang perubahan ke-18 atas Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1977 tentang peraturan gaji Pegawai Negeri Sipil.

Dalam aturan tersebut menjelaskan, bahwa pada April mendatang akan adanya kenaikan gaji senilai 5 persen bagi seluruh pegawai negeri sipil.

Kepala Bidang Perbendaharaan BPPKAD Riani Dwi Setianingrum, didampingi Kepala Bidang Anggaran, Asep Maulana, menuturkan jika kenaikan gaji tersebut akan dihitung per bulan Januari 2019, meski suratnya baru terbit Maret.

“Iyaa ada kenaikan gaji sebesar 5%, awal April kita rapelkan dari bulan Januari, Februari dan Maret,” ungkap Riani.

Gaji yang akan digelontorkan lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut, tentunya akan ada kenaikan.

“Anggaran di tahun 2019, termasuk gaji 13, gaji 14 (THR), CPNS 2018, sebesar Rp. 162.537.025.378. Sedangkan untuk penggajian kotor bulan Maret 2019, belum termasuk kenaikan lima persen sebesar Rp11.050.397.976 bagi 2.529 pegawai (PNS) Kota Banjar. Sementara pada bulan April nanti anggaran yang dikeluarkan Pemkot dari dana DAU untuk penggajian pegawai setelah dinaikan lima persen menjadi sebesar Rp11.516.806.038 untuk 2.523 pegawai,” jelas Asep.

Pengurangan jatah jumlah pegawai sendiri diutarakan Asep, karena adanya penambahan jumlah pensiun yang ada di Pemerintahan Kota Banjar.

“Tepatnya Pada bulan April mendatang, ada sebagian dari PNS yang sudah pensiun, jadi jumlah pegawai berkurang, tetapi haknya yang 5% dari gajinya tersebut akan tetap diberikan,” tambahnya.

Dalam periode satu tahun ini, Pemerintah Kota Banjar kini harus mengeluarkan sebesar Rp7.768.679.529, namun hal tersebut tidak mempengaruhi anggaran, karena dalam penganggarannya selalu disisipkan dana tidak terduga, jadi tidak akan ada defisit anggaran.

“Insya Allah tidak akan defisit, karena kita memiliki anggaran Acress sebesar 2,5% dari jumlah belanja pegawai untuk gaji pokok, tunjangan, untuk penganggaran belanja pegawai, untuk kebutuhan kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat, tunjangan keluarga dan mutasi pegawai,” tambah Asep.

Seperti diketahui, untuk golongan I.A yang awal masuk PNS gajinya sebesar Rp1.560.800, berbeda dengan golongan I.A yang sudah masa kerjanya 10 tahun, sebesar Rp1.822.600. Untuk golongan II.A awal masuk kerja, gajinya sebesar Rp2.022.200, sedangkan golongan III.A masa kerja nol tahun, sebesar Rp2.579.400, dan golongan IV. A, sebesar Rp3.044.300.

“Setiap golongan memang berbeda-beda gajinya, dihitung kelasnya dan masa baktinya bekerja sebagai PNS,” pungkasnya. (mg1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here