Sekolah di Garut Terapkan Protokol Kesehatan yang Ketat dalam Pembagian Rapor

123

RadarPriangan.com, GARUT – Menghindari penyebaran virus korona (covid-19) beberapa sekolah dasar di Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut sangat berhati-hati ketika pembagian rapor siswa.

Misalnya yang dilaksanakan di SDN 2 Majasari, pengambilan rapor pun harus oleh orang tua siswa agar menghindari kerumunan orang.

Para orang tua juga diwajibkan menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan ketika masuk sekolah.

Pihak sekolah sendiri sudah menyiapkan westafel beberapa unit untuk cuci tangan.

Setelah menerima rapor, orang tua langsung disuruh pulang agar tidak berkerumun di sekolah.

“ Orang tua yang hendak mengambil rapor, diberitahu melalui WA agar tidak berangkat bareng. Guru-guru pun siap melayani pembagian rapor selama protokol kesehatan dijalankan,” kata Kepala SDN 2 Majasari Dewi Rita, Minggu (28/6/2020).

Menurutnya, tidak ada kerumunan orang di sekolah yang mengambil rapor dan mendaftarkan calon siswa baru. Karena teknis pembagian rapor dan penerimaan calon sisww baru, diatur sedemikian rupa. Guru-guru pun ketika berada di sekolah, tetap menjaga jarak dan memakai masker.

Saat ini kata Rita, jumlah calon siswa baru yang sudah mendaftar ke SDN 2 Majasari, sudah lebih dari 17 orang. Pendaftar bisa melalui WA atau datang ke sekolah. Syaratnya, harus melaksanakan protokol kesehatan di antaranya mencuci tangan, memakai masker dan tetap menjaga jarak aman. Di halaman sekolah pun sudah disediakan wastafel untuk mencuci tangan.

Terpisah calon siswa baru SDN 1 Cibiuk Kaler pada jam kerja, orang tuanya sudah banyak yang mengambil formulir pendaftaran. Mereka mengambil formulir secara bergantian dan tak ada kerumunan orang. Setelah mendapat formulir langsung pulang untuk diisi di rumahnya. Teknis semacam itu, untuk menghindari kerumunan orang.

Kepala SDN 1 Cibiuk kaler U.Mulyadin menuturkan, ketika orang tua murid mengembalikan formulir diminta datang secara bergantian dan tetap memakai masker serta mencuci tangan. Di halaman sekolah itu sudah disediakan lebih dari 6 wastafel untuk mencuci tangan. Orang tua sisww tak ada alasan datang ke sekolah tidak memakai masker. Karena jauh sebelumnya, sudah dibagi masker melalui perwakilan orang tua siswa.

Dari pemerintah desa pun warga sudah dibagi masker. Masker harus dipakai ketika keluar rumah termasuk ketika datang ke sekolah.(pap/RP)