Satu Warga Talegong Hilang Ditimbun Longsor

137
Lokasi longsor di Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut (istimewa)

RadarPriangan.com, GARUT – Hujan deras yang mengguyur kawasan Garut sejak Minggu (16/02/2020) menyebabkan longsor di wilayah Garut Selatan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Satu warga dilaporkan meninggal dunia dan satu lainnya hilang tertimbun longsor tersebut.

Kepala Bidang pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan menyebut bahwa peristiwa longsor terjadi di Kampung Legokbintinu, Desa Sukamaju, Kecamatan Talegong, dan Kampung Cikidang, Desa Sukajaya Kecamatan Cisewu.

“Di Kecamatan Cisewu, seorang warga atas nama Popon (56) meningga dunia. Ia meninggal karena tertimpa benda keras saat longsor menerjang pada Minggu (16/2) sore,” ujarnya, Senin (17/02/2020).

Tubagus menyebut bahwa saat terjadi longsor, korban sebelumnya sedang berada di area pesawahan yang tidak jauh dari lokasi longsor bersama suaminya, Iim. Saat hendak pulang ke rumahnya dan melewati tebung, hujan turun deras dan tiba-tiba terjadi longsor.

Saat itu, Popon yang diketahui berjalan di depan suaminya itu sempat diteriaki agar menghindar saat benda keras berupa batu jatuh, namun tidak sempat menghindar.

“Batuan tersebut mengenai kepala korbans sehingga sempat jatuh dan langsung dibawa ke gubuk untuk mendapatkan bantuan. Suaminya pun sempat minta tolong kepada warga yang ada di sekitar lokasi kejadian. Namun saat akan dibawa pulang korban diketahui telah meninggal dunia,” katanya.

Di lokasi lainnya, di Kampung Legokbintinu, Desa Sukamaju, Kecamatan Talegong longsor pun terjadi pada Senin (17/02/2020) dini hari sekitar pukul 02.00. “Untuk longsor tersebut seorang warga dilaporkan hilang tertimbun tanah, atas nama Karna,” ucapnya.

Tubagus mengatakan bahwa Karna hilang tertimbun saat longsor menerjang rumahnya yang berukuran 15 meter persegi itu. Selain rumah Karna, longsor tersebut pun menyebabkan 12 rumah dan satu mesjid mengalami kerusakan dan terancam saat longsor susulan datang.

“Hingga saat ini Karna belum ditemukan karena kondisi di lokasi kejadian belum memungkinkan dilakukan pencarian. Kondisi tanah yang labil ditambah hujan yang kembali turun memaksa proses pencarian belum dilanjutkan,” katanya. (igo)