Satu Hari, 16 Orang Dilaporkan Positif Covid-19

63
ist

RadarPriangan.com, GARUT – Gugus Tugas Covid19 Kabupaten Garut temukan 16 kasus konfirmasi positif. Jumlah ini menjadi laporan terbanyak dalam satu hari selama pandemi.

Virus korona menerpa perempuan (KC-136) usia 30 tahun, laki-laki (KC-137) usia 2 tahun, laki-laki (KC-138) usia 5 tahun asal Kecamatan Selaawi, 5 orang dari Kecamatan Garut Kota, masing-masing perempuan (KC-140) usia 40 tahun, perempuan (KC-141) usia 10 tahun, laki-laki (KC-142) usia 13 tahun, laki-laki (KC-143) usia 14 tahun dan laki-laki (KC-144) usia 16 tahun serta perempuan (KC-149) usia 56 tahun, laki-laki (KC-150) usia 58 tahun dan laki-laki (KC151) usia 35 tahun dari Kecamatan Tarogong Kidul.

“Penambahan lainnya terdapat di Kecamatan Cibatu, laki-laki (KC-139) usia 49 tahun, laki-laki (KC-145) usia 59 tahun, laki-laki (KC-146) usia 24 tahun, laki-laki (KC-147) usia 15 tahun, dan laki-laki (KC-148) usia 15 tahun,” kata Humas Gugus Tugas Covid19 Kabupaten Garut, Yeni Yunita melalui rilisnya.

Tidak hanya itu, seorang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 alias KC 121 (Pria usia 55 tahun) asal Kecamatan Kadungora dinyatakan meninggal dunia.

Yeni menambahkan, total kasus Covid-19 (Kontak Erat, Suspek, Probable dan Konfirmasi +) sampai hari ini sebanyak 6796 kasus, terdiri dari Kontak Erat: 3662 orang, (638 Kasus isolasi mandiri dan 3024 Kasus discarded/selesai pemantauan); Suspek: 2.983 kasus (20 Kasus isolasi mandiri, 2 Kasus Isolasi RS/perawatan, 2924 Kasus discarded/selesai pemantauan dan 37 Kasus meninggal).

“Konfirmasi positif jadi 151 kasus, 1 Kasus isolasi mandiri, 53 Kasus isolasi RS/perawatan, 90 Kasus sembuh dan 7 Kasus meninggal),” katanya.

Sebelumnya, Bupati Garut Rudy Gunawan mengungkapkan, ada lima kecamatan yang berstatus zona merah. Diantaranya wilayah kecamatan Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Garut Kota, Karangpawitan dan Banyuresmi.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, mengungkapkan, kasus konfirmasi positif Covid19 di Kabupaten Garut mengalami peningkatan cukup signifikan dalam kurun waktu dua pekan terakhir. Untuk itu kata Helmi, semua pihak harus mematuhi protokol kesehatan.

“Kita harus selalu menjaga kondisi tubuh di tengah pandemi covid-19, patuh protokol kesehatan, tingkatkan stamina dan imunitas tubuh dengan berolahraga secara rutin dan teratur disertai asupan gizi yang seimbang. Untuk perawatan, kita juga coba tingkatkan fasilitas ruangan dan tenaga medis,” pungkasnya. (erf)