Saat Nyalip Ditabrak Bus, Dosen Unsil Meninggal

738
Murdini Muksin, dosen Universitas Siliwangi, Tasikmalaya dibawa ke rumah sakit setelah mengalami kecelakaan di Jalan SL Tobing, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Selasa (23/7). (IQBAL GOJALI/RadarPriangan.com)

RadarPriangan.com, TASIKMALAYA – Murdini Muksin, 64, seoran dosen di Universitas Siliwangi, Kota Tasikmalaya meninggal dunia usai terlibat kecelakaan di Jalan SL Tobing, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Selasa (23/7). Saat itu Murdini yang tengah mengendarai sepeda motor tertabrak bus Sakura jurusan Tasikmalaya-Ciheras.

Kepala Unit Kecelakaan Lalulintas Polres Kota Tasikmalaya, Ipda Dedi Haryana menyebut bahwa Murdini meninggal dunia di tempat usai terlibat kecelakaan. “Begitu menerima informasi kita langsung ke lokasi. Di lokasi kita langsung bawa korban yang sudah meninggal dunia ke rumah sakit untuk proses selanjutnya,” ujarnya, Selasa (23/7).

Dedi menyebut bahwa kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi AB 6927 EJ yang dikendarai korban melaju dari timur atau Padayungan. Sesampainya di tempat kejadian, sepeda motor hendak mendahului kendaraan di depannya, namun di waktu yang sama melintas bus Sakura dengan nomor polisi Z 7924 HA dari arah berlawanan.

“Bus yang saat itu dikemudikan Enan Kardiman, 65, tidak bisa menghindar sehingga akhirnya menabrak sepeda motor yang dikendarai Murdini. Akibat kecelakaan tersebut pengemudi sepeda motor atas nama Murdini Muksin meninggal dunia di tempat kejadian. Dalam kejadian tersbeut juga ada kerugian materil yan diperkirakan mencapai Rp2 juta,” katanya.

Dedi mengungkapkan bahwa saat ini sopir bus telah diamankan dan tengah diperiksa di Mapolres Tasikmalaya Kota. Namun meski demikian ia menyebut bahwa pihaknya belum bisa menetapkan sang sopir sebagai tersangka dalam kecelakaan tersebut.

Ia menyebut bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya guna memeriksa kelaikan bus yang dikemudian Enan. Namun di luar hal tersebut Dedi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara.

“Saat ini jumlah kendaraan di Tasikmalaya semakin bertambah setiap tahunnya. Kalau capai atau ngantuk jangan dipaksakan berkendara,” ucapnya. (igo)