Saat Ketiduran di Tempat Cukur, Gengster Sadis Dibekuk Polisi

349
Ebo tak berkutik saat ditangkap Tim Resmob Polres Garut, saat ketiduran di tukang cukur, di Cilauteureun, Cikelet, Garut. (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

Ebo sempat Menodongkan Pisau ke Petugas

RadarPriangan.com, GARUT – Seorang anggota gengster yang dikenal sadis di Garut, R alias Ebo, 24, ditangkap polisi dari tim Reserse Mobile (Resmob) Polres Garut saat ketiduran di tempat cukur. Saat ditangkap Ebo sempat melawan dan hendak menusuk petugas menggunakan sebilah pisau yang biasa ia bawa kemana pun.

Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng menyebut bahwa R merupakan gengster yang melakukan aksi penganiayaan di wilayah Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut pada Januari 2019 terhadap Sotik hingga sekarat.

“Dalam aksinya ini R dibantu dua temannya yang berinisial IS dan SA yang sudah lebih dulu kita tangkap,” kata Maradona, Minggu (30/6).

Maradona mengungkapkan bahwa pergerakan R cukup licin sehingga mampu menghindar saat petugas kepolisian hendak menangkapnya usai diketahui bahwa ia pelaku penganiayaan. R pun kemudian akhirnya menghilang entah kemana saat proses perburuan terhadapnya terus dilakukan petugas.

“Kita kemudian menerima informasi bahwa R ini tengah tertidur di salah satu pangkas rambut di Jalan Cilauteureun, Kecamatan Cikelet. Kita langsung terjunkan tim Resmob dan saat sampai di lokasi ternyata memang benar R tengah tidur diatas kursi cukur rambut dalam posisi hendak dicukur jambangnya,” ungkapnya.

Petugas pun sempat menunggu tukang cukur untuk menyelesaikan pekerjaannya. Begitu selesai petugas langsung menyergap, namun Ebo yang langsung terbangun langsung berusaha menyerang petugas menggunakan sebilah pisau yang disimpan di pinggangnya namun kalah cepat hingga akhirnya bisa dilumpuhkan.

Ebo sendiri menurut Maradona memiliki dendam terhadap korban, sehingga melakukan aksi penganiayaan brutal terhadap Sotik. Ia bersama dua temannya pun sengaja datang ke Cikajang untuk melakukan penganiayaan menggunakan kapak hingga sempat sekarat.

“Korban akhirnya bisa selamat meski luka parah akibat sabetan beda tajam dan pukul di bagian kepala dan dada. Karena aksinya itu, para tersangka kami jerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukumannya maksimal 5 tahun penjara,” katanya. (igo)