RUPS LIB Dipastikan Digelar, Setelah Didesak 18 Klub Pemegang Saham

154
Foto FIN

RadarPriangan.com. JAKARTA – 18 Klub pemegang saham Liga Indonesia Baru (LIB) menuntut digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) LIB. Atas tuntutan tersebut RUPS dipastikan akan digelar.

Sekarang tinggal suara pemilik saham emas, PSSI, memperkuat tuntutan digelarnya RUPS LIB.

Dalam agenda RUPS sendiri diperkirakan akan membahas soal kejelasan kompetisi, subsidi bagi klub, dan pembenahan kepemimpinan LIB yang dinilai penuh kontroversi.

Klub Arema FC adalah salah satu yang yang menuntut RUPS digelar. Arema FC melayangkan tuntutan melalui surat elektronik bernomor 009/SEKR-AREMA/V/2020 yang ditujukan pada Dirut PT LIB, tanggal 6 Mei 2020, ditandatangani Ruddy Widodo sebagai Direktur PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI). Surat itu juga ditembuskan pada Ketua Umum PSSI dan Komite Eksekutif.

“Kami sebagai direksi PT AABBII sebagai pengelola Arema FC peserta Liga 1 2020 sekaligus pemegang saham PT LIB, meminta RUPS luar biasa sesegera mungkin digelar untuk mencari solusi atas pertimbangan-pertimbangan yang kami sampaikan,” ujar Ruddy Widodo selaku Direktur PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI).

Pertimbangan Arema FC yang dimaksud itu adalah, adanya situasi darurat Covid-19 (korona) di tanah air yang berdampak pada kesinambungan klub berjuluk Singo Edan itu.

Sampai sekarang belum ada kejelasan dan kepastian mengenai penyelenggaraan kompetisi. Juga belum ada kejelasan dan kepastian riil pencairan subsidi bagi klub. Belum ada kejelasan proyeksi business plan PT LIB jika status darurat kompetisi benar-benar dihentikan.

Saat ini kompetisi sedang ditangguhkan karena merebaknya wabah virus korona di Indonesia. Namun demikian, hal tersebut bukan halangan kalangan klub meminta kepastian kompetisi.

RUPS luar biasa diperkirakan bakal membahas mengenai subsidi masing-masing klub. Sebab, sebelumnya, PT LIB melalui surat nomor 187/UB-COR/V-2020 pada tanggal 4 Mei 2020 meminta PSSI menghentikan secara total Liga 1 dan Liga 2. Selain itu, PT LIB juga akan memotong dana subsidi klub-klub Liga 1 dan Liga 2.

Untuk Liga 1, dana subsidi yang awalnya dikucurkan Rp 520 juta akan dipangkas menjadi Rp350 juta. Sementara itu, untuk Liga 2, dari semula Rp250 juta menjadi Rp100 juta.

Usul pemangkasan subsidi tersebut ditolak PSSI. PSSI menuntut LIB menepati janji pembayaran subsidi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sementara Klub Persipura dalam surat bernomor 069/PT.PP/V/2020 yang ditandatangani Herat Kalengkongan sebagai Direktur PT Persipura Papua, juga menuntut kejelasan kompetisi.

“Kami ingin kejelasan dan kepastian kompetisi. Juga penjelasan proyeksi bisnis PT LIB dalam situasi pandemi virus Korona saat ini,” ucap Herat Kalengkongan.

“Saat ini kami terus mengeluarkan biaya operasional dan gaji untuk pemain walaupun sudah kami sesuaikan dengan situasi dan kondisi akibat pandemi virus korona. Kami juga berencana menyumbangkan subsidi tahap kedua yang sampai saat ini belum dilakukan pencairan oleh PT LIB,” tambahnya.

Senada dengan Persipura, Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono mengatakan, Persib juga ingin segera dilakukan RUPS PT LIB karena ingin mendapat langsung informasi kelanjutan kompetisi.

” Sampai dengan saat ini, belum ada kepastian kelanjutan Kompetisi Liga 1 2020, sedangkan operasional klub masih berjalan seperti biasa, meskipun dengan skala yang lebih kecil,” kata Teddy pada surat Persib bernomor : 018/DIR-PBB/ V/2020 tersebut.

“Untuk itu, kami memohon dijelaskan kepastian kelanjutan kompetisi Liga 1 2020. Sebab, operasional klub terus berjalan. Kami juga menanyakan kembali pembayaran tahap kedua dari PT LIB kepada setiap klub,” ujar Teddy.

Kisruh kepemimpinan

RUPS diperkirakan juga akan membahas soal kisruh kepemimpinan di tubuh LIB. Kekisruhan diwarnai nepotisme, dan rangkap jabatan, yang berujung pada mosi tidak percaya tiga direktur LIB.
Mereka adalah Sudjarno Direktur Operasional, Rudy Kangdra,Direktur Bisnis, dan Anthony Chandra Kartawiria Direktur Keuangan.

Mereka menyatakan, pengelolaan PT LIB sebagai sebuah perseroan tidak dilakukan dengan cara-cara yang semestinya sebagaimana diatur perundangan perseroan terbatas; tak sesuai dengan anggaran dasar perseroan, dan prinsip-prinsip good corporate governance.

Terpisah, Ketua Umum PSSI Asprov Jawa Barat, Tommy Apriantono, Senin (11/5/2020) menyambut baik digelarnya RUPS.

“Hal yang paling krusial dibahas adalah soal pelaksaan kompetisi. Kalau mau lanjut, jadwalnya seperti apa. Kalau mau berhenti sementara ini, maka klub-klub di liga tiga pun akan menyesuaikan jadwal latihan mereka,” tuturnya.

Ditanya tentang kekisruhan yang terjadi di LIB,Tommy mengatakan, jika tak bisa diselesaikan secara internal, ya sudah selayaknya dibawa ke RUPS.

Ia berharap, RUPS berjalan lancar dan memberi titik terang bagi kemajuan LIB. “Setelah RUPS selesai, jangan ada lagi benang kusut. Semua pihak terkait harus mendorong kemajuan LIB,” tegas Tommy. (rls/bbr)