Rumah Aqiqah Fasilitasi Penyaluran 1000 Paket Aqiqah Untuk Warga Terdampak Pandemi

175
Prosesi pemotongan hewan aqiqah yang difasilitasi Rumah Aqiqah untuk disalurkan kepada warga yang membutuhkan karena terdampak Covid19 di Kecamatan Samarang Kabupaten Garut, senin (28/9). (Foto : Istimewa)

Radarpriangan.com, GARUT – Rumah Aqiqah berikan solusi untuk menunaikan aqiqah tanpa menghadirkan kerumunan di tengah pandemi. Program tersebut sekaligus membantu warga yang terdampak Covid-19.

Penyaluran daging aqiqah ini pertama kali diluncurkan dengan melakukan penyembelihan 56 ekor kambing aqiqah yang disalurkan untuk 1000 orang warga terdampak pandemi di Kabupaten Garut.

Aqiqah merupakan salah satu ibadah dalam agama Islam yang dilakukan ketika merayakan kelahiran anak dengan menyembelih kambing.

Pengelolaan aqiqah dengan cara ini dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Petugas penyembelihan dan yang masak menggunakan masker, hingga tim penyaluran harus jaga jarak dengan warga yang menerima bantuan.

Untuk hari ini, penyaluran daging aqiqah yang difasilitasi Rumah Aqiqah menjangkau warga di wilayah Kecamatan Samarang dan Pasirwangi.

“Pembagian paket aqiqah tidak akan menimbulkan kerumunan di masyarakat karena didistribusikan langsung secara merata kepada warga terdampak Covid-19,” ujar Direktur Utama Agro Surya, Hasan Al Bana kepada wartawan, Senin (28/9).

Implementasi program ini kata Hasan, sekaligus untuk mengurangi kesenjangan antara warga kota dan desa dalam hal konsumsi protein hewani. Dimana dengan ini, warga desa yang membutuhkan bisa kebagian.

“Bertepatan juga dengan ulang tahun Rumah Aqiqah, kami bisa melaksanakan program Aqiqah berbagi perdana dengan memotong dan membagikan hewan aqiqah sebanyak 50 ekor. Program ini juga akan dilakukan di wilayah lain terutama di desa dan Kabupaten, agar aqiqah yang dilakukan semakin luas manfaatnya,” pungkasnya.

Terpisah, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, mengungkapkan, kebutuhan daging untuk masyarakat sangat besar. Sementara itu tingkat konsumsi protein daging di Kabupaten Garut diakuinya masih rendah

“Kebutuhan daging kita itu sangat besar ya, tingkat konsumsi kita menurut BPS (Badan Pusat Survei, red) masih rendah. Walaupun masyarakat kita sebenernya mengkonsumsi juga protein daging itu tapi karena pelihara sendiri ayam domba sendiri disembelih dan dimakan. Masyarakat kita mengkonsumsi daging, tapi ditinjau dari hitungan kita masih kurang, dengan adanya program ini kita (sampaikan, red) terima kasih,” katanya.

Diantara faktor masih rendahnya konsumen protein daging ialah kemampuan daya beli masyarakat masih rendah, apalagi ketika pandemi Covid19. Untuk itu kedepan, pihaknya akan terus meningkatkan sektor perekonomian warga. (bbr)