Reaktivasi Digaungkan, Banyak Warga Sakit Karena Pikiran

332

GARUT – Rencana PT. KAI bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk reaktivasi kereta api Cibatu-Cikajang, banyak membuat masyarakat khawatir. Bahkan karena terlalu memikirkan rencana tersebut, diantara warga penghuni bantaran rel itu ada yang jatuh sakit.

Ketua Paguyuban Masyarakat Bantaran Rel Kereta Api, Dindin Jaelani mengungkapkan, diantara warga ada yang mengalami stroke. Bahkan yang lebih parah, ada yang sakit hingga berujung meninggal dunia karena pikiran.

“Memang itu hanya syariat ya, tapi karena pikiran ada yang sampai meninggal dunia,”kata Dindin belum lama ini.

Dindin menyebut, yang meninggal dunia diantaranya istri dari salah satu ketua pengurus paguyuban Kecamatan. “Karena terlalu banyak memikirkan kemana mereka akan pindah nanti,”tegasnya.

Karena itulah lantas paguyuban pun akan bersikap tegas menyikapi reaktivasi kereta api itu. pihaknya akan menawarkan dua opsi kepada PT. KAI.Diantaranya opsi pertama menolak dengan keras rencana reaktivasi tersebut.

Opsi kedua adalah meminta kompensasi sesuai nilai bangunan yang akan dibongkar. Atau direlokasi dan dibangunkan rumah sesuai dengan nilai rumah yang ada.

Di sisi lain, banyak juga warga Kabupaten Garut yang setuju dengan rencana reaktivasi kereta api tersebut. diyakini banyak manfaat yang akan didapat jika kereta api diaktifkan lagi. Bukan hanya mendorong sektor pariwisata, kereta api juga diyakini mampu menyelesaikan persoalan kemacetan lalu lintas.

Dindin ,50, warga Kecamatan Bayongbong, Garut misalnya, dia berpendapat bahwa kehadiran kereta api mampu mengurangi kemacetan hingga 40 persen. Terutama di hari-hari besar seperti idul fitri, idul adha atau tahun baru. (*)