Ratusan Warga di Pantai Selatan Garut Dievakuasi

263
Ratusan warga yang tinggal di pesisir selatan Kabupaten Garut dievakuasi setelah ada peringatan tsunami dari BMKG. (istimewa)

RadarPriangan.com, GARUT – Ratusan warga yang tinggal di sekitar pantai yang ada di wilayah selatan Garut, Jumat (2/8) malam menjauh hingga 2 kilometer. Hal tersebut dilakukan mengingat adanya peringatan tsunami yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pasca terjadina gempa berkekuatan 7,4 di wilayah Banten.

Anggota Satpolairud Polres Garut, Sumar menyebut bahwa sejak terasanya gempa di sekitar pantai warga langsung berhamburan ke luar ruangan. Setelah menerima informasi adanya potensi tsunami, warga langsung bergerak menjauhi pantai mencari lokasi yang lebih tinggi.

“Sekarang seluruh warga yang berada dan tinggal di sekitar pantai sudah mulai menjauhi dengan radius 2 kilometer dari bibir pantai. Lokasinya berbeda-beda karena kan bentangan pantai Garut itu hampi 80 kilometer. Lokasi tepat untuk evakuasi masih kita data, tapi yang jelas lokasinya tinggi,” ujarnya, Jumat malam (2/8).

Jumlah warga yang megevakuasikan diri sendiri menurut Sumar jumlahnya mencapai ratusan karena jumlah penduduk yang ada di sekitar pantai mulai Cibalong sampai Cisewu cukup banyak.

“Mungkin warga akan bertahan sampai peringan tsunami berakhir. Karena was-was juga kan. Kita juga turun untuk mengingatkan jangan sampai nanti ada yang jadi korban,” katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan menyebut bahwa hingga saat ini pasca gempa pihaknya belum menerima adanya laporan kerusakan. Namun pihaknya terus melakukan monitoring wilayah, baik melalui relawan dan aparatur desa dan kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Garut.

Selain itu, pihaknya pun melalui Camat yang wilayahnya berdekatan dengan pantai sudah meminta agar mengevakuasi warga ke tempat yang lebih tinggi.

“Di beberapa lokasi memang sudah ada tempat evakuasi bencana tsunami. Kita arahkan kesana. Kalau yang belum ada, kita minta agar dievakuasi terlebih dahulu ke tempat yang lebih tinggi,” ucapnya. (igo)