Ratusan Warga Binaan Tak Bisa Milih

240
TPS di Lembaga Pemasyarakatan Garut. (MUHAMAD ERFAN/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Kekurangan Surat Suara terjadi di beberapa titik tempat pemungutan suara (TPS), termasuk di dua dari tiga TPS di Lapas Kelas II B.

Kalapas Kelas II B Garut, Ramdani Boy mengatakan, jumlah pemilih di tiga TPS yakni 26, 27, dan 28 sebanyak 682. Terdiri dari 589 warga binaan dan 93 pegawai Lapas.

Sampai pukul 11.00, KPPS masih menunggu kedatangan 228 surat suara bagi pemilih yang masuk dalam daftar pemilih tambahan (DPTb).

“Kendalanya di DPTb ada kekurangan (surat suara). Di TPS 28 dari 93 pemilih, baru ada 20 surat suara. Sedangkan di TPS 27 masih kekurangan 185 dan baru disuplai 30 surat suara,” kata Boy di Lapas Garut, Rabu (17/4).

Dirinya mengungkapkan, para pegawai Lapas diwajibkan untuk memilih di TPS yang berada di Lapas. Namun jika sampai mendekati penutupan pencoblosan surat suara belum datang, maka para pegawai akan memilih di domisilinya masing-masing.

“Kami suruh pegawai pulang ke domisili masing-masing untuk milih di sana kalau surat suara belum ada,” katanya.

Boy menambahkan, sebanyak 256 warga binaan tak bisa memilih. Pasalnya ratusan warga binaan itu tak mempunyai dokumen atau identitas diri untuk masuk sebagai daftar pemilih khusus (DPK).

“Menurut Panwaslu sih katanya bisa memilih (warga binaan yang tak punya dokumen). Tapi kata KPU tidak bisa masuk DPK,” pungkasnya. (erf)