Raksa Baraya: Dekatnya Pelayanan ke Ibukota Menjadi Alasan Utama Cikajang Tidak Gabung DOB

485
Jajaran Raksa Baraya, ormas di Cikajang yang menolak bergabung dengan DOB Garut Selatan.

GARUT – Ketua Raksa Baraya, Agus Saepul Manan, mengungkapkan alasan utama kenapa warga Kecamatan Cikajang tidak mau bergabung dengan DOB Garut Selatan.

Menurutnya, alasan utama warga Cikajang adalah ingin dekatnya pusat pelayanan ke ibukota.

Sebaliknya, warga Cikajang tidak ingin pusat pelayanan ke ibukota menjadi lebih jauh jika bergabung ke DOB Garut selatan.

Sebagaimana diketahui, Kecamatan Mekarmukti selama ini telah ditetapkan menjadi ibukota Garut selatan. Dan jika dibandingkan dengan ibukota Garut saat ini memang lebih jauh.

Hasil musdes (musyawarah desa) sebagai review proses DOB belakangan ini menurut Agus, murni aspirasi masyarakat Cikajang. Dan sebagian besar alasan masyarakat memang karena jarak tempuh.

” Yang menjadi acuan bahwa Cikajang tetap bergabung dengan Kabupaten Garut adalah dekatnya pelayanan dan dekat ke pusat Ibu kota. Itu adalah aspirasi masyarakat secara langsung melalui musdesnya yang sudah dilaksanakan legal dan terukur berbeda dengan hasil musdes pada tahun 2008,” katanya.

Agus pun menyinggung soal historis sosiologis Kecamatan Cikajang yang selama ini dihubungkan dengan kerajaan Sukapura Kidul.

Dengan tidak bergabungnya Cikajang kepada DOB Garut Selatan, warga Cikajang kata Agus, tidak perlu khawatir kehilangan jati diri yang secara historis sosiologis pernah menjadi bagian kerajaan Sukapura Kidul tersebut.

“Sebagai warga Cikajang tidak perlu khawatir dengan tidak bergabungnya ke Kerajaan Sukapura Kidul.Tidak usah mengkhawatirkan bagaimana Cikajang ke depan, mudah-mudahan dengan tidak bergabungnya Cikajang ke Garut Selatan, tidak mengurangi persyaratan administratif dan DOB Garsel dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan pemerintah,” katanya.(fer)