Puluhan Kali Curi Motor, Tiga Bersaudara ini Akhirnya Ditangkap Polisi

249
Tiga kakak beradik yang selama ini jadi buruan polisi karena aksinya menjadi spesialis curanmor, diamankan jajaran Polsek Tarogong Kidul. (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Kepolisian Sektor Tarogong Kidul berhasil menangkap tiga orang spesialis pencuri kendaraan bermotor roda dua yang biasa beraksi di wilayah Kabupaten Garut.

Tiga orang pelaku pencurian tersebut diketahui merupakan satu keluarga kandung, di mana salah satunya merupakan residivis pada kasus yang sama.

Kepala Kepolisian Sektor Tarogong Kidul Kompol Hermansyah, didampingi Panit Reskrim Polsek Tarogong Kidul Ipda Wahyono Aji menyebut ketiga orang yang diamankan merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan sejak Mei 2019. Dasar penangkapan ketiga orang tersebut adalah aksi mereka yang dilakukan saat mencuri motor di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul.

“Saat kita tangkap dan diperiksa, ternyata ketiganya puluhan kali melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor di sejumlah kecamatan di Kabupaten Garut. Untuk laporan yang masuk ke kita ada tiga lokasi. Sisanya ada di wilayah lain seperti Cilawu, Bayongbong, dan lainnya. Kalau ditotalkan puluhan,” katanya, Senin (15/7).

Kapolsek menyebut ketiga orang yang ditangkap pihaknya berinisial UA (29), SE (21), dan IA (24).

“Mereka ini kakak beradik dari satu keluarga. Perannya ada yang pemetik ada yang joki. Kalau yang metik itu kakaknya yang berinisial UA. Sedangkan dua adiknya merupakan joki, baik saat beraksi maupun mengantarkan motor hasil curian,” ungkapnya.

Ketiga kakak beradik yang ditangkap pada Minggu (14/7) malam itu, disebut Kapolsek merupakan salah satu jaringan yang muaranya di wilayah Jabar Selatan. Ia pun mengaku bahwa pihaknya saat ini terus melakukan pengembangan kasus tersebut karena terdapat pemodal didalamnya.

Ia mengatakan, bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, setidaknya lebih dari tiga kelompok yang satu jaringan dengan mereka. Dari kelompok-kelompok tersebut, diketahui bahwa pemodalnya berjumlah satu orang dan berada di wilayah Jabar Selatan.

“Jadi pemodal ini memberikan modal kepada salah seorang pelaku dan dibagikan saat mereka berhasil melakukan aksi pencurian. Untuk pemetik diberi upah hingga Rp 1 juta, sedangkan yang menjadi joki minimal diberi uang Rp500 ribu setiap menjalankan aksi,” jelasnya.

Setiap minggunya, lanjut Kapolsek, jaringan kelompok kakak beradik itu bisa memetik hingga 5 motor dari wilayah Kabupaten Garut. Motor-motor tersebut pun kemudian diantarkan langsung ke wilayah Jabar Selatan untuk diberikan kepasa pemodalnya.

“Kemungkinan besar hasil curiannya itu dijual lagi di wilayah Jabar Selatan,” ucapnya.

Pihaknya, hingga saat ini sudah mengamankan sejumlah barang bukti mulai dari dua kendaraan bermotor roda dua dan astag.

“Ada beberapa barang bukti juga yang akan kita ambil segera. Kita terus kembangkan, semoga bisa sampai ke akarnya,” katanya. (igo)