PT LIB Janji Selesaikan Masalah Sebelum Kick-off

317
Richard Sam Bera, ketua BOPI

Merger Tira-Persikabo dan Perseru-Badak Lampung jadi Perhatian BOPI

RadarPriangan.com, JAKARTA– PT LIB menepati janjinya untuk menghadap BOPI secepatnya. Kemarin (10/4), bertempat di Gedung Kemenpora RI, Direktur Sementara LIB Dirk Soplanit dan Manajer Kompetisi Asep Saputra mengadakan pertemuan dengan Ketua BOPI Richard Sam Bera.

Pertemuan tersebut memang bersifat obrolan biasa saja. belum ada penyerahan dokumen untuk diverifikasi oleh BOPI agar rekomendasi kompetisi musim ini dikeluarkan. Hanya meminta saran dan bantuan agar permasalahan yang ada di LIB pada kompetisi musim lalu bisa dibantu oleh BOPI.

Hal tersebut dikatakan oleh Dirk usai bertemu dengan Richard. Anggota Exco PSSI itu menjelaskan pertemuan dengan BOPI merupakan wujud apresiasi atas dukungan kepada Liga 1 dan Liga 2 selama ini. Juga memohon untuk rekomendasi agar diberi arahan apa yang harus dilakukan LIB di bawah naungannya untuk kompetisi yang baru.

Dirk mengaku banyak menerima masukan dari BOPI. Terutama soal permasalahan di musim lalu yang belum tuntas. Yang di dalamnya ada tunggakan gaji pemain, kerusuhan suporter, dan kecurangan dalam pertandingan.

“Tentu tanggung jawab kami untuk menyelesaikan itu. musim ini dijalankan berdasarkan pengalaman musim lalu. saya senang bicara terbuka dengan BOPI, semoga semua saran itu bisa kami jalankan sebelum kick-off,” paparnya.

Apakah pertemuan itu menandakan LIB tetap jadi operator kompetisi musim ini? Dirk membenarkan hal tersebut. dia juga menyampaikan kepada BOPI bahwa PSSI memberi mandat LIB untuk tetap jadi operator kompetisi. “Kami juga satu rumah dengan PSSI,” ujarnya.

Soal hadirnya operator lain sebagai pengganti LIB, Dirk menegaskan hal tersebut bisa saja terjadi. Tapi kemungkinannya sangat kecil. Alasannya, LIB itu milik PSSI dan 18 klub sebagai pemegang sahamnya. Kalau diganti, otomatis semua memulai dari awal lagi dan tidak mungkin bisa kick-off pada 8 Mei. “Kami kan hadir karena kesepakatan PSSI dengan klub,” ungkapnya.

Yang jadi perhatian lain adalah syarat stadion dan badan hukum klub. Sebut saja tim-tim merger seperti Tira-Persikabo dan Perseru Badak Lampung FC. kedua tim itu dikatakan oleh Dirk memang jadi fokus perhatian BOPI agar tidak ada lagi masalah ke depannya.

“Industri sepak bola profesional tentu manajemennya harus profesional. Bangun badan hukum dan persyaratan yang sesuai dengan BOPI,” terangnya.

Disinggung soal sponsor, Dikr menuturkan sejauh ini masih ada pembicaraan intensif. Tinggal finalisasi saja. Keberaniannya untuk menentukan kick-off pada 8 Mei jadi bukti bahwa sudah ada sponsor yang siap membiayai kompetisi. “Tidak tunggal seperti musim lalu sponsornya,” ucapnya.

Saat ini, Dirk hanya berharap rekomendasi penyelenggaraan Liga 1 dan Liga 2 bisa segera dikeluarkan oleh BOPI. Paling lambat adalah dua pekan sebelum kick-off. Artinya, dua pekan ke depan sudah harus ada.

“Harapannya seperti itu, tapi tentu kami harus secepatnya memenuhi semua persyaratan yang ada dulu,” katanya.

Sementara itu, Richard menuturkan sudah memberikan semua saran dan kritikannya kepada LIB agar kompetisi yang baru bisa berjalan dengan baik. Dia juga berharap LIB secepatnya memenuhi seluruh persyaratannya. “Kalau bisa mulai hari ini (kemarin),” ucapnya.

Dia berharap sebelum kick-off Liga 1, semua persyaratan itu bisa diselesaikan. Dia tidak mau berandai-andai jika memang nantinya LIB molor karena beberapa hal belum lengkap. Misalnya saja terkait badan hukum klub hingga persyaratan stadion. “Kesepakatan kami adalah diselesaikan sebelum kick-off dimulai,” tegasnya.

Ditanya soal LIB yang masih berhutang pada klub, mantan perenang nasional itu menjelaskan hal tersebut memang urusan LIB dan klub. Dia menekankan dengan permintaan rekomendasi dan masukan dari LIB kemarin, hal tersebut bisa sesegera mungkin diselesaikan. “Saya juga sudah sampikan soal financial liability, jadi kami tunggu untuk lakukan verifikasi dalam dua pekan ini,” paparnya. (rid/ful/fin)