Presentasikan Peluang Investasi ke Duta Besar

128
JELASKAN POTENSI: Gubernur Jabar Ridwan Kamil melakukan presentasi dihadapa CE ambasador negara-negara sahabat.

BANDUNG –  Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mempresentasikan potensi investasi kepada duta-duta besar Negara sahabat dalam acara CEO Ambassador Breakfast Meeting dan CEO perusahaan ternama di Hotel Horison, Kota Bandung, Kamis (24/10).

Pada acara tersebut, para Dubes dan CEO pun dapat menggali potensi maupun tata cara berinvestasi di Tanah Pasundan dalam bentuk tanya jawab.

Selain Emil, sejumlah kepala dinas ikut menjawab pertanyaan-pertanyaan para Dubes dan CEO secara komprehensif.

Acara tersebut merupakan kerja sama antara Pemdaprov Jabar dengan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) yang dipimpin oleh Dino Pati Djalal. Semua pihak yang hadir duduk bersama dalam satu meja sambil menikmati hidangan.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil lebih dulu mempresentasikan prospek dan informasi terkait investasi. Kemudian, para tamu dipersilahkan mengajukan pertanyaan, memberikan masukan, maupun melontarkan keluhan.

“Selain menjelaskan, saya juga mendengarkan curhatan. Salah satu curahatannya tadi dari Korea (Chairman Korea Garment Association, Ahn Chang Sub),” kata Emil.

Keluhan Ahn berkaitan dengan kenaikan upah yang tergolong signifikan.  Menurut Emil, keluhan maupun masukan, seperti yang diutarakan Ahn, diperlukan oleh Pemdaprov Jabar untuk mencari solusi.

“Kita akan cari waktu dan rapat untuk membahas keluhan investor Korea. Pekerja Jabar ini sangat produktif dan memiliki keahlian yang bagus. Jadi, mereka bingung. Pindah ke provinsi yang upah lebih rendah, tetapi tidak berkualitas buat apa. Jadi, kita punya kelebihan,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Emil juga mendapat masukan dan keluhan dari Dubes Belgia untuk Indonesia. Keluhan tersebut terkait dengan kemampuan berbahasa Inggris masyarakat Indonesia, khususnya Jabar.

“Yang kedua, dari Dubes Belgia, masyarakat Jabar bahasa Inggris pas-pasan. Ini yang menyebabkan daya kompetisi untuk perusahaan global jadi rendah. Ini yang harus kita tingkatkan,” katanya.

“Itu kritikan dari mereka. Hari ini tidak hanya mempromosikan tetapi menerima kritikan yang menjadi masukan untuk saya untuk dicari solusinya,” ucap Emil melanjutkan.

Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menyatakan, selain upah, banyak investor ingin dijadikan mitra oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

“Mereka ingin engagement Pemerintah Daerah dan menjadikan investor sebagai mitra. Keluhan dari investor kebanyakan seperti itu,” kata Dino.

Maka itu, Dino mengapreasi langkah Pemdaprov Jabar yang memerhatikan profit bagi investor. Karena jika investor merasa kerasan berinvestasi di Jabar, mereka akan mengajak rekan bisnis untuk menanam modal ke Tanah Pasundan.

“Kunci sukses Pemda dalam bidang investasi itu adalah mengutamakan keutungan investor dulu. Investor untung apa yang terjadi? investor bayar pajak, langan kerja, dan dia akan melakukan promosi. Saya apresiasi sekali langkah Gubernur Jabar,” ucapnya. (mg1/yan)