Prabowo Salah Persepsi Soal Kebocoran Anggaran Rp2.000 Triliun

250
Saut Situmorang

RadarPriangan.com, JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklarifikasi pernyataan Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, yang menyebut ada kebocoran pendapatan negara sekitar Rp2.000 triliun per tahun.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang menyebut, Prabowo salah persepsi. Ia menilai, Prabowo mendapatkan data tersebut dari hasil mengutip pernyataan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan.

Dikatakan Saut, saat ini APBN menyentuh angka sekitar Rp2.400 triliun. Berdasarkan proses analisis serta diskusi yang dilakukan pihaknya, Indonesia semestinya bisa memiliki APBN sebesar Rp4.000 triliun per tahun.

Kata dia, selisih sekitar Rp2.000 triliun berdasarkan kajian KPK yang dikatakan Basaria bukan lah kebocoran. Melainkan, potensi.

“Jadi dalam diskusi (di) banyak tempat itu bukan soal kebocoran. Kita tuh sebenarnya punya potensi banyak lagi (Rp4.000 triliun),” ujar Saut di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (8/4).

Saut menjelaskan, KPK tidak hanya sekadar melakukan kajian semata. Namun, diakuinya, KPK telah melakukan sejumlah kunjungan ke sejumlah instansi pemerintahan untuk mendiskusikan temuan tersebut.

“Jadi kita mau kejar APBN kita kalau bisa Rp4.000 triliun. Bukan kehilangannya itu yang disebutkan. Jadi (Prabowo) salah mempersepsikan apa yang disampaikan Ibu Basaria,” paparnya.

Sebelumnya, Capres 02 Prabowo Subianto kembali menyinggung soal kebocoran anggaran saat menghadiri Gerakan Elaborasi Rektor Akademisi Alumni Aktivis Kampus Indonesia di Balai Kartini, Jumat (5/4).

Berdasarkan hasil yang ia amati, kebocoran negara berkisar Rp 1.000 triliun.Namun, kata Prabowo, KPK menyatakan keuangan negara yang bocor Rp 2.000 triliun. Hasil ini, menurut Prabowo membuktikan bahwa perhitungannya selama ini tidak asal.

“Saya bersyukur, salah satu pimpinan KPK bilang bahwa sebenarnya kebocoran yang dihitung KPK Rp 2.000 triliun. Bahkan ada menteri yang mengatakan lose di sektor tertentu lebih dari itu. Jadi akhirnya yang benar siapa?” kata dia.

Salah satu pimpinan KPK yang disebut Prabowo diketahui adalah Basaria Panjaitan. Dalam kesempatannya, Basaria menyebut adanya potensi kebocoran anggaran sebesar Rp2.000 triliun.

Pernyataan itu ia lontarkan saat menghadiri Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Monitoring Online Penerimaan Pembayaran Pajak Daerah antara Bank Jateng dengan Pemerintahan Daerah di Jawa tengah di Gumaya Tower Hotel, Semarang, Senin (1/4).

“Perhitungan Litbang KPK, harusnya bisa terima Rp 4000 triliun, tapi kenyataannya APBN kita Rp 2000 triliun sekian, jadi hampir separuh, lebih mungkin. Kalau kita maksimal dan benar tidak ada kebocoran, maka Rp 4000 triliun bisa dicapai,” ujar Basaria.

Basaria menyatakan, upaya mencegah kebocoran tersebut salah satunya melalui penerapan sistem elektronik dalam penghitungan pendapatan. Ia menyebut sejumlah daerah sudah menerapkan sistem elektronik untuk memantau pendapatan dari pajak, seperti hotel, restoran, tempat hiburan, dan parkir. (riz/ful/fin)