Politisi PSI Asli Garut Berpotensi Masuk Senayan

432

Para Pendatang Baru Punya Taji Untuk Bersaing dengan Petahana

GARUT – Jelang pemilihan calon legislatif (caleg) pada 17 April 2019 untuk daerah pemilihan (dapil) Jabar XI, sejumlah nama dengan wajah baru mulai menunjukkan eksistensinya. Kendati para petahana masih dominan, beberapa wajah baru pun memiliki potensi besar untuk melenggang ke Senayan. Mereka bersaing ketat dengan calon petahana memperebutkan jatah 10 kursi yang ada.
 
Hal tersebut dilihat dari survei Y-Publica yang dilakukan pada 21-30 Januari 2019 di dapil Jawa Barat XI, yang mencakup Garut dan Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.
 
Eks calon wakil gubernur Jawa Barat Anton Charliyan meraih elektabilitas 9,6 persen. Dirinya hanya kalah dari caleg petahana PKB, Acep Adang Ruhiyat (10,5 persen) yang merupakan putera pendiri pesantren Cipasung.
 
Caleg petahana lain yang masih mendominasi dan diprediksi sebagian besar lolos ke Senayan yakni Ferdiansyah (8,1 persen), Nurhayati (5,5 persen), Haerudin (5,4 persen), Subarna (4,6 persen), Dony Maryadi Oekon (3,3 persen), dan KH Thoriq Hidayat (2,4 persen). Lalu Siti Mufattahah (2,3 persen), Ahmad Zaky Siradj (1,8 persen), Supiadin Aries Saputra (1,6 persen).

“Dua kursi diperebutkan oleh caleg pendatang baru, dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Satia Chandra Wiguna meraih elektabilitas 3,4 persen dan Aceng Fikri yang juga mantan bupati Garut sebesar 3,1 persen,” kata Direktur Eksekutif Y-Publica, Rudi Hartono, Jumat, (8/3) dalam siaran persnya.

Caleg PSI yang juga merupakan Wakil Sekertaris Jendral PSI, Satia Chandra Wiguna menempati urutan ketujuh caleg elektabilitas tertinggi dengan 3,4 persen. Sementara itu, senator dan mantan Bupati Garut, Aceng Fikri yang juga menjadi pendatang baru dari Partai Hanura berada di peringkat sembilan dengan 3,1 persen.

Meski sejumlah artis ikut meramaikan bursa pemilu legislatif di dapil ini, mereka ternyata belum bisa berbuat banyak. Mereka diantaranya, Mulan Jameela caleg Gerindra (1,4 persen), Reza Artamevia caleg Perindo (1,1 persen), Fairouz El Fouz (0,6 persen). Disusul anak pengusaha bus, M Hussein Fadlulloh (0,9 persen) dan mantan wakil wali kota Tasikmalaya Dede Sudrajat (0,3 persen).

Rudi mengatakan, responden yang belum menentukan pilihan mencapai 26,5 persen. Survei Y-Publica menggunakan 800 responden yang mewakili tiap kecamatan. Sampel dipilih secara acak bertingkat, dengan margin of error 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (erf/rls)