Politik Jitu, Covid-19 dan Detektif Conan

125

Oleh: Dendi Nurwega, Alumni Pascasarjana PPKn Universitas Pendidikan Indonesia dan Guru PPKn SMAN 22 Garut

RadarPriangan.com, GARUT – Fenomena pandemi Korona yang membatasi gerak langkah warga negara seperti berhentinya kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan, tidak membuat pilkada terhenti, bahkan pilkada ini tetap dilaksanakan dengan dalih menggunakan protokol kesehatan. Sungguh sangat ironi sekali film yang dipertontonkan dalam dunia demokrasi Indonesia ini.

Itulah realita politik, kecerdasan perlu digunakan dalam konteks ini. Penulis teringat film seri yang menceritakan tentang kemampuan seorang anak kecil yang mampu membongkar kasus-kasus kriminal terutama kasus pembunuhan, ibarat para pembunuh ini diistilahkan sebagai himura battousai (sang pembantai) yang tidak pernah lepas dari film detektif Conan ini.

Kemampuan anak kecil dalam film ini begitu sangat cerdik, namun juga di luar nalar apa yang ia lakukan. Kemampuan analisisnya begitu sangat membuat terpukau para pencari fakta dalam kasus yang sedang ditangani, dan membuat kelabakan sang penjahat yang melakukan kriminal.

Namun sangat disayangkan film detektif Conan ini kini telah hilang peredarannya di dunia televisi, padahal menarik untuk mengasah pemikiran intelijen bagi yang menggandrungi dunia politik.

Politik ibarat kecerdikan yang digambarkan dalam film detektif Conan ini. Perlu kemampuan analisis yang mendalam dan mengakar dalam mengukur kesuksesan kemenangan sang kandidat dalam pencalonan sebagai wakil rakyat diberbagai tingkatan.

Setidaknya, dalam mencapai puncak kekuasaan sebagai pijakan untuk menjadi wakil rakyat baik di legislatif ataupun pemerintahan, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan bahkan dilaksanakan dalam praktik politik di lapangan.

Pertama, partai politik yang mempunyai kader politik, tim sukses dan relawan yang solid akan mampu mendobrak suara yang didapatkan. Kader partai politik, tim sukses dan relawan ini selayaknya harus dibina dengan militan, semisal alangkah lebih baiknya mencari suara pemilih melalui jalur udara (televisi, medsos, surat kabar) dan melalui jalur darat langsung face to face, door to door ke tiap rumah, mencari jaringan untuk berkomunikasi dengan pemilih dalam meyakinkan program dan integritas sang kandidat.

Bahkan dalam pengalaman praktiknya, secara nyata ada banyak relawan tim sukses calon kandidat yang berjuang tanpa pamrih bahkan mengeluarkan ongkos politik sendiri. Ini dipengaruhi oleh menariknya ideologi yang ditawarkan oleh partai politik tersebut.

Kedua, Organisasi sayap kanan (underground) yang dimiliki oleh tiap partai politik harus tampil cantik dalam menopang kesuksesan program-program partai politik sebagai tangan kanan tuannya secara tidak langsung.

Ketiga, Kebaikan sang kandidat perlu dipertaruhkan untuk mengisi keterkenalan dirinya dipikiran masyarakat dalam menjalankan program-program untuk kepentingan masyarakat, baik itu kandidat petahana, ataupun kandidat yang baru tampil. Setidaknya jauh-jauh hari harus dipersiapkan bahkan selama lima tahun ke belakang, tidak hanya pas akan mendekati pemilihan saja. Bahkan hilang dari peredaran seperti film detektif Conan setelah sukses menjabat sebagai wakil rakyat.

Keempat, Integritas kandidat sangat penting, keterkenalan, kesholehan pribadi kandidat berujung pada kesantunan dalam politik, sehingga kandidat ini jauh dari yang namanya money politic (politik uang) bahkan lipstics politic (hanya janji-janji kosong saja tanpa ditepati). Tantangannya, para pemilih pun harus kuat mental agar mampu menahan diri dari pemberian amplop money politic (politik uang) yang diberikan oleh tim sukses, tim relawan sang kandidat.

Terakhir tentunya harus dibekali dengan doa kepada yang memiliki kekuasaan langit dan bumi dibekali dengan tawakal. Semoga kandidat, tim sukses diberi kejernihan dalam menjalankan politik santun, bukan sebaliknya politik barbar yang menghalalkan segala cara. Selamat bertanding dan jaga protokol kesehatan dalam menjalankan kampanye politik agar terhindar dari Covid 19.(**)