Polisi Tangkap Hamdani, Pengikut Sensen di Caringin

416
Hamdani, pengikut sekaligus penyebar Sensen sebagai presiden pusat Indonesia. (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Kepolisian Resor Garut akhirnya menangkap Hamdani, sosok yang diduga sosok di belakang menyebarnya selebaran dan surat pengakuan Sensen Komara sebagai Presiden Pusat Republik Indonesia, Imam Negara Islam Indonesia, dan Rasul Allah.

Ia diketahui ditangkap di rumahnya di Kampung Saga, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut.

“Sudah diamankan kemarin di wilayah Polsek Caringin,” kata Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, Minggu (16/6) usai memberikan bantuan sosial di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul.

Kapolres menyebut bahwa penangkapan terhadap Hamdani dilakukan setelah pihaknya menerima informasi adanya sebaran selebaran dan surat pengakuan tentang warga di Kecamatan Caringin yang mengakui Sensen Komara sebagai Presiden Pusat Republik Indonesia, Imam Negara Islam Indonesia, dan Rasul Allah.

“Usai menerima laporan kita langsung mengamankan sosok yang diduga menjadi aktor tersebarnya selebaran dan surat tersebut. Namun kita masih melakukan pemeriksaan kepada Hamdani untuk lebih mendalaminya. Termasuk juga memeriksa adanya penodaan agama,” katanya.

Kasus penodaan agama yang terjadi, disebut Budi memiliki keterkaitan dengan kasus serupa setahun yang lalu. Pihaknya sendiri sengaja langsung mengamankan Hamdani untuk mengantisipasi kemungkinan adanya reaksi masyarakat yang dikhawatirkan mengganggu stabilitas keamanan Kabupaten Garut, khususunya di sekitar tempat tinggal Hamdani di Kecamatan Caringin.

“Ada bukti otentik selembar kertas yang mendeklarasikan masyarakat seputar Caringin mengakui Sensen sebagai rasul dan lainnya. Ini sedang kami dalami, apakah semua waras atau tidak. Yang mendeklarasikan adalah pengikut Sensen (Hamdani aktornya). Saya perintahkan Kasat Reskrim untuk mengamankan untuk mengantisipasi potensi konflik,” jelasnya.

Jika berdasarkan hasil pemeriksaan Hamdani memenuhi unsur penodaan agama, menurut Kapolres maka ancaman yang dihadapinya adalah kurungan lebih dari 4 tahun. Namun ia menyebut bahwa penulis selebaran dan surat pengakuan belum diamankan karena diduga yang memerintahnya adalah Hamdani. “Kalau ada perkembangan kita amankan,” ucapnya.

Untuk Sensen Komara, menurut Kapolres kasusnya sudah berlangsung sejak lama, namun pihaknya akan melakukan pemanggilan kembali. Namun ia menjelaskan, saat Sensen terjerat kasus yang sama pihak kedokteran menyatakan bahwa ia mengalami sakit jiwa.

“Saran dari kepolisian (saat itu) Pemda ikut bantu rehabilitasi, jadi agar tidak terjadi lagi,” ungkapnya.

Sensen Diakui Sebagai Presiden Pusat Indonesia

Sebelumnya, sejumlah pejabat dan aparatur pemerintah di Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, menerima kertas selebaran dari pengikut Sensen Komara. Dalam selebarannya, dituliskan pengakuan Drs Sensen Komara sebagai Presiden Pusat Republik Indonesia, imam Negara Islam Indonesia, dan Rasul Alloh.

Selain pengakuan sebagai Presiden pusat dan Rasul Alloh, dalam selebaran tersebut juga dituliskan agar selebaran tersebut menjadi jalan menciptakan perdamaian sejati. Perdamaian sejati sendiri, dalam selabaran disebut sebagai aset negara dan internasional.

Di akhir tulisan dalam selebaran, dituliskan bahwa tulisan tersebut dikeluarkan oleh, Hamdani, ulama besar (ulama pancasila), jenderal bintang IV angkatan udara Negara Islam Indonesia, Abdul Rosyid. Tulisan tersebut dikeluarkan di Kecamatan Caringin, Garut Selatan tanggal 11 Juni 2019.

Berikut teks lengkap isi selebaran tersebut:
Bismillahirrohmanirrohim,
Pemberitahuan kepada seluruh warga
Negara republik Indonesia
Para sahabatku dimanapun berada
Semoga kita semua ada didalam
Lindungan tuhan yang maha esa
Selanjutnya kami akan memberitahukan
Kepada seluruh bangsa Indonesia
Lewat tulisan ini
Bahwa bapak Drs Sensen Komara BM ESA adalah Presiden pusat Republik Indonesia, imam negara islam Indonesia, rosul Alloh
Semoga dengan lahirnya selembaran tulisan ini bisa menjadi jalan untuk menciptakan perdamaian sejati yang kita semua harapkan karena perdamaian sejati merupakan aset terbesar bagi negara dan internasional
Sekian dan terima kasih
Wasalam
Pak Hamdani
Beserta ulama besar (ulama pancasila)

Jenderal bintang IV angkatan udara negara islam indonesia

Pak Abdul Rosyid

Tertanggal 11 Juni 2019 M, malam rabu
Caringin-Garut Selatan

Selain selebaran tersebut, sebuah surat pernyataan yang ditandatangani oleh Nara Sopandi yang mengaku sebagai santri pancasila pun ikut diedarkan. Isi dari surat tersebut pun pengakuan kebemaran Drs Sensen Komara sebagai imam Negara Islam Indonesia, Rosul Alloh, dan Presiden Republik Indonesia NKRI Pusat. Ia juga menulis kepercayaan terhadap TNI-Polri dan pemerintah.

Kapolsek Caringin, Iptu Sularto membenarkan adanya surat dan selebaran tersebut di wilayahnya. Ia menue ut bahwa surat dan selebaran tersebut dibuat oleh adik Hamdani yang bernama Nara.

Hamdani sendiri, disebut Kapolsek, saat ini tengah menghadapi proses hukum karena pengakuannya bersama keluarganya bahwa Sensen Komara Rasul Allah. “Untuk Handani ini tinggal menunggu putusan hukum di pengadilan,” katanya.

Terkait surat yang menyebar beberapa hari kebelakang, Kapolsek mengaku sudah mengambil langkah akan hal tersebut. Salah satunya adalah menenangkan masyarakat agar tidak melakukan hal yang melanggar hukum dalam menyikapinya.

Ia menyebut bahwa surat tersebut memang diterima pihaknya, termasuk Muspika lainnya di Kecamatan Caringin, bahkan RT RW di sekitarnya. Hal tersebut pun sempat menimbulkan gejolak di tengah masyarakat sehingga pihaknya langsung melakukan langkah agar wilayahnya tetap kondusif.

“Ini kejadian yang berulang. Sebelumnya kan Hamdani melakukan hal serupa sehingga masyarakat juga gerah. Tapu saya meminta agar masyarakat tetap tenang karena kita dari kepolisian pasti akan mengambil lanhkah tepat dan terukur dalam menyikapinya,” jelasnya. (igo)