PGRI Banyuresmi Tuntaskan Penyemprotan Sekolah

169
Ketua PGRI Banyuresmi, Ma'mun Gunawan ikut menyemprot sekolah (ist)

RadarPriangan.com, GARUT – Pengurus cabang PGRI Banyuresmi, Kabupaten Garut, kembali melanjutkan penyemprotan disinfektan, Senin (30/03/2020) untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Penyemprotan itu dibagi ke dalam enam tim seluruh satuan pendidikan, dari mulai PAUD, TK, RA, SD, MI. SMP, MTs, SMA/SMK dan MA termasuk masjid dan pesantren yang berdekatan dengan sekolah.

Mamun Gunawan, Ketua PGRI Kecamatan Banyuresmi mengungkapkan, kegiatan ini akan terus dilakukan sampai seluruh satuan pendidikan yang ada di Banyuresmi dipastikan mendapat fasilitas Penyemprotan Disinfektan.

” Alhamdudillah, setelah hari pertama dilakukan penyemprotan disinfektan bersama pengurus IWO dan DanBekang III.44.02/Kab Garut, hari kedua sekarang kami menggunakan penyemprot elektronik milik IWO sebanyak enam buah dan empat penyemprot elektronik milik pengurus,” katanya, Senin (30/03/2020).

Penyemprotan ini kata Ma’mun sebagai salah satu langkah untuk mensterilkan satuan pendidikan, agar benda atau bangunan yang biasa disentuh oleh siswa dan guru dapat steril dari COVID 19.

“Sehingga ketika nanti pembelajaran diaktifkan kembali, lingkungan sekolah sudah steril, namun tetap harus menjaga kebersihan agar terhindar dari persebaran virus,” ujarnya.

Dalam teknik penyemprotan petugas melakukannya dengan teliti agar seluruh bangku, meja dan semua benda/bangunan yang biasa tersentuh dipastikan disemprot.

” Kami pun tidak menggunakan disinfektant racikan, tetapi hasil pabrikan yang kami beli dari Subang, dengan aromatik daun sereh, sehingga penyemprotan tidak menimbulkan bau menyengat,” ujarnya.

” Petugas penyemprot juga kami bekali dengan sarung tangan, penutup badan dan masker sekali pakai. Sebelum berangkat dan setelah selesai penyemprotan kami lakukan pengukuran suhu badan dengan menggunakan Infrared Thermometer,” tambahnya.

” Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pengurus IWO Kab. Garut yang telah bersedia membantu kami dalam kegiatan penyemprotan ini. Juga kepada para Babinsa Koramil dan Babinkamtibmas Polsek Kec. Banyuresmi yang begitu sigap menunggu kami di sekolah-sekolah membantu penyemprotan. Camat dan Korwil Pendidikan Kec. Banyuresmi. Kerjasam dan sinergi seluruh stakeholder menjadikan kegiatan ini lancar dan sukses,” katanya lagi.

Lebih lanjut Mamun menegaskan, bahwa kegiatan penyemprotan disinfektan seluruhnya murni menggunakan anggaran kas organisasi PGRI dan IWO.

“Kami tidak memungut sepeserpun untuk kegiatan ini kepada sekolah, masjid dan pesantren. Karena ini adalah kegiatan bakti sosial kemanusiaan, dan PGRI Banyuresmi punya dana kas yang cukup untuk membiayai kegiatan penyemprotan disinfektant,”.

“Duit PGRI itu kan milik anggota, hasil iuran anggota, jadi wajar kalau dalam situasi musibah nasional seperti kondisi saat ini, dana itu kami gunakan untuk upaya keselamatan anggota saat bekerja nanti di sekolah,” tegas Mamun.

Untuk diketahui, di Kecamatan Banyuresmi terdapat 50 SD, 15 SMP, 3 SMA, 6 SMK, 87 PAUD/TK, 22 RA, 5 MA, 12 MI, 9 MTs negeri dan swasta.(fer)