Pesantren Silat Internasional Diminati Kalangan Remaja

438
Pesantren Silat Internasional

GARUT – Kegiatan Pesantren Silat yang diselenggarakan oleh Padepokan Limanjaya di Desa Tegalpanjang, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, banyak diminati oleh kalangan remaja.

Kegiatan yang diselenggarakan selama lima hari itu banyak diikuti oleh kalangan remaja. Bahkan peserta tidak hanya dari Kabupaten Garut saja, tapi ada yang berasal dari Pangandaran, Jakarta, Bandung, Bogor, Pangandaran dan juga Tasikmalaya.

Kegiatan ini diselenggarakan di Pesantren Nurul Islam Jalan Tegalpanjang, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut.

Cecep Arif Rahman, Ketua Penyelenggara kegiatan Pesantren Silat menjelaskan, acara ini digelar selama lima hari sejak tanggal 30 Desember 2018 hingga 3 Januari 2019. Pesertanya kata Cecep, tidak hanya diikuti dari Kabupaten Garut saja, melainkan ada juga peserta dari luar Kota.

Sedangkan untuk pemateri, panitia telah menghadirkan dari Belgia dan juga Mesir yang akan mengisi materi bahasa Arab maupun Physical Exercies yaitu pengenalan dasar senjata baik limbuhan maupun memanah.

“Tujuan kegiatan ini tentunya kita ingin mengembalikan aktivitas antara pesantren dan silat, karena keduanya saling melengkapi dan tidak bisa dipisahkan,” ujar Abah Cecep saat ditemui usai memberikan materi kepada peserta Pesantren Silat Internasional, Minggu (30/12/2018).

Lanjut Abah Cecep, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan Pesantren Silat Internasional memang kebanyakan dari kalangan remaja. Adapun materi yang akan diberikan kepada peserta selain pengenalan dasar senjata, para peserta akan diberikan materi mengenai bahasa arab, bedah jurus silat, simulasi beladiri dan tanding, kajian Islam tematik.

“Usai sholat subuh berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan Tahfidzul Al’quran dan pengenalan bahasa arab yang dilanjutkan dengan jalan santai dan senam silat. Kegiatan tersebut akan menjadi rutinitas setiap pagi,” ujar Abah Cecep yang pernah membintangi film layar lebar The Raid itu.

Selain bertujuan untuk mengembalikan aktivitas pesantren dan silat yang baik, Abah Cecep juga tetap akan mendidik para peserta untuk tetap bersosialisasi dengan masyarakat.

“Selain membangkitkan kembali dan menggugah kesadaran peserta untuk melakukan aktivitas yang positif baik melalui olahraga maupun ilmu keagamaan, kita juga akan memberikan kegiatan yang tidak terlepas dari masyarakat, sehingga hablunminnanas (hubungan manusia dengan manusia) / sosialisi dengan masyarakat tetap terjalin dan terjaga,” jelasnya.

Lanjut Abah, untuk pelatih dari Belgia akan melatih fisik dan senjata, limbuhan atau tongkat pendek, sedangkan pelatih dari Mesir akan memberikan materi mengenai keagamaan seperti tata bahasa Arab, ilmu tajwid maupun ilmu Shorof. (bow)