Penyortiran Surat Suara Libatkan 400 Orang, Polisi Lakukan Penjagaan

251
PELIPATAN: Sebanyak 400 orang dilibatkan oleh KPU Garut dalam penyortiran surat suara untuk Pemilu 2019. (MUHAMAD ERFAN/RADAR GARUT).

KPU Garut belum Terima Surat Suara Pilpres

RADARPRIANGAN.COM, GARUT – Penyortitan dan pelipatan surat suara Pemilu 2019 mulai dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Garut, kemarin (10/3). Dari lima surat suara, KPU Garut baru menerima empat surat suara.

Ketua KPU Garut, Junaidin Basri mengatakan, surat suara calon presiden masih belum diterima. Namun, proses pelipatan empat surat suara yang sudah diterima dan mulai dilakukan. 

Junaidin mengatakan, ada 400 orang per hari yang melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara. 

“Targetnya dua minggu bisa selesai. Paling lama tiga hari sebelum pencoblosan sudah bisa didistribusikan,” kata Junaidin di lokasi pelipatan surat suara, GOR Banyu Sinergi Mandala, Kecamatan Garut Kota. 

Selama proses pelipatan, aparat keamanan juga berjaga di lokasi. Pihaknya menjamin, tak akan terjadi kebocoran surat suara. 

Seluruh petugas pelipat, saat masuk dan keluar akan mendapat pemeriksaan. Setiap petugas diperiksa KTP dan fotonya. Telepon, kamera, dan tas tidak boleh dibawa masuk ke dalam tempat pelipatan. 

“Semua petugas ini kami periksa satu-satu. Jadi kami jamin tidak akan ada surat suara yang dibawa keluar,” katanya. 

Proses pengadaan logistik itu dijamin akan tepat jumlah, mutu, dan sasarannya. Saat pendistribusian ke setiap wilayah, tak akan ada surat suara yang tertukar. 

“Prosesnya juga diawasi polisi dan Bawaslu. Jadi biar tidak ada kecurangan,” ucapnya. 

Berdasarkan hasil penyortiran, KPU sudah menemukan ada surat suara yang rusak dan bolong. Surat suara yang rusak akan diajukan untuk diganti setelah proses pelipatan selesai. 

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, menyebut pihaknya sudah menyiapkan personel untuk membantu pengamanan proses pelipatan surat suara. Selama proses Pemilu, kepolisian dan TNI juga melakukan pengawalan.

“Sampai proses distribusi, kami kawal terus. Ada 1400 personil polisi dan 600 anggota TNI yang akan mengamankan Pemilu,” kata Budi. (erf)