Penyaluran Dana KUR Masih Rendah, Baru 40 Persen

78

RadarPriangan.com, JAKARTA – Pemerintah mencatat, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) baru mencapai 40 persen sekitar Rp76 triliun pada Juni 2020. Realisasi itu terbilang masih rendah, jika dilihat dari plafon KUR tahun ini sebesar Rp190 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah akan melakukan akselerasi penyaluran KUR melalui platform Digital Lending UMKM atau DigiKu di tengah pandemi Covid-19.

“Sekarang realisasi penyaluran KUR dari Januari hingga Juni total plafonnya sudah Rp76 triliun menjangkau 2,22 juta debitur,” kata Airlangga, Sabtu (18/7/2020).

Melalui platform DigiKu ini kata Airlangga, nantinya bank-bank Himbara akan bekerja sama dengan platform e-commerce. Teknisnya, program ini akan menyelaraskan basis data mitra UMKM dengan data nasabah yang dimiliki bank Himbara.

“Diharapkan ini bisa diakselerasi dengan platform DigiKu dan diharapkan UMKM bisa segera pulih dari persoalan melemahnya demand (permintaan), sehingga diharapkan awal tahun depan UMKM bisa kembali operasi dan menemukan demandnya,” ujarnya.

Sebagai informasi, sekitar 40 persen KUR disalurkan ke sektor perdagangan. Sementara, sisanya tersebar di sektor pertanian, perburuan, kehutanan, jasa-jasa industri pengolahan, perikanan, dan kontruksi.

“Secara keseluruhan, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp538,82 triliun pada Agustus 2015 sampai Mei 2020. Penyaluran KUR diberikan ke 20,55 juta nasabah. Adapun rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) sebesar 1,18 persen,” terangnya.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dana sebesar Rp4,2 triliun untuk memberikan kredit kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tujuannya, agar mendekatkan akses permodalan kepada UMKM utamanya saat pandemi covid-19.

“Melalui inovasi program ini bantuan modal finansial senilai Rp4,2 triliun akan disalurkan bagi 1 juta unit UMKM yang ada dalam ekosistem digital,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Luhut menambahkan, bahwa pembiayaan tersebut juga akan disalurkan melalui mitra bank Himpunan Bank Negara (Himbara) bekerja sama dengan platform e-commerce.

“Dengan keselarasan data itu maka akan mempercepat pengajuan dan persetujuan kredit bagi UMKM hanya dalam 15 menit,” ujarnya.

Menurut Luhut, UMKM memiliki peran penting pada perekonomian Indonesia. Pada 2019 lalu, kontribusi UMKM kepada Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 60 persen, serta menyumbang 14 persen dari total ekspor.

“Sayangnya, UMKM menghadapi banyak sejumlah kendala terutama dari akses permodalan. Banyak UMKM tidak mendapat pinjaman modal akibat terganjal oleh proses administrasi yang ditetapkan oleh perbankan,” pungkasnya. (der/fin/RP)