Pentas Lumba-Lumba Dianggap Eksploitasi Satwa

976
Iustrasi

RADARPRIANGAN.COM, GARUT – Dianggap hanya mengeksploitasi satwa yang dilindungi, pertunjukan sirkus lumba-lumba yang digelar di dekat salah satu mall di Garut mendapat penolakan dari Klub Konservasi Garut, Kadaka.

“Kami menganggap kegiatan ini hanya mengeksploitasi hewan mamalia tersebut (Lumba – lumba, red),” kata Ketua Kadaka, Tata, saat dihubungi Radar Garut, Sabtu (16/3).

Menurutnya, pedoman etika dan kesejahteraan satwa disampaikan bahwa peragaan satwa koleksi lembaga konservasi (LK), di dalam atau di luar unit LK harus memperhatikan ; pertama, penyampaian pesan-pesan konservasi dan atau pendidikan mengenai satwa tersebut.

Kedua, perilaku alaminya dan tanpa perlakuan kasar yang menyebabkan satwa sakit atau cedera, serta dengan menjamin kesehatan, keamanan satwa dan manusia.

Ketiga, perlakuan yang tidak merendahkan atau meremehkan martabat satwa dalam segala segi.

“Sirkus lumba-lumba hanya menampilkan atraksi yang bersifat hiburan dan rekreasi semata dari pada edukasi. Pada atraksi teresebut, kami menyoroti atraksi-atraksi yang menyimpang dan merendahkan martabat satwa. Misalnya seperti ketika lumba-lumba diminta mencium dan berfoto dengan pengunjung, memasukan bola dalam keranjang ataupun bertepuk tangan yang dianggap tidak sesuai degan perilaku alamiah satwa tersebut,” kata Tata.

Lanjutnya, hewan Luumba-lumba sebenarnya bukan untuk dipertunjukan layaknya sirkus, karena hewan tersebut  memiliki habitatnya sendiri.

“Seharusnya pemerintah sadar jika sirkus tersebut adalah bentuk penyiksaan dan eksploitasi pada mamalia tersebut. Dalam sirkus lumba-lumba tersebut sudah jelas menyalahi aturan karena lima prinsip kesejahteraan hewan atau kita sebut Five Freedoms,” tambahnya.

Lima prinsip kebebasan hewan di antaranya, bebas dari rasa haus dan lapar (Freedom from hunger and thirst), bebas dari rasa ketidak nyamanan atau penyiksaan fisik (Freedom from discomfort), bebas dari rasa sakit, cedera dan penyakit (Freedom from pain, injury and disease), bebas untuk mengekspresikan perilaku alamiah (Freedom to express normal behaviour), bebas dari ketakutan dan rasa tertekan (Freedom from fear and distress).

Sebagai informasi, atraksi yang menampilkan sirkus Lumba-lumba tengah berlangsung di Garut. Sejumlah baligo terpampang di sejumlah titik untuk memasarkan acara tersebut. (erf)