Penjual dan Pembeli Bisa Dipidana, Disperindag dan ESDM Membantah

325
Dok. Radar garut
MILIK PEMKAB: Pasar Wisata Samarang terindikasi ada praktek jual beli kios. Padahal sesuai peraturan sebagai pasar milik Pemerintah Kabupaten Garut tidak perkenankan untuk diperjualbelikan.

Kios Pasar Samarang Diduga Diperjualbelikan

GARUT – Adanya dugaan jual beli sebagian jongko di Pasar Wisata Samarang mendapat kritik sejumlah pihak, termasuk pedagang.

Sekjen Daboribo Garut Gilar Nova Renaldi, mengatakan pihaknya memiliki bukti terkait dugaan praktek jual beli jongko di Pasar Samarang yang baru selesai direvitalisasi dan seharusnya diberikan gratis kepada para pedagang.

Menurutnya, aksi tersebut terindikasi ada persekongkolan dengan oknum yang berada di Dinas Perindustrian Industri Perdagangan (Disperindag) dan ESDM Kabupaten Garut.

“Oknum tersebut menggunakan tangan orang lain untuk melakukan pemalsuan dokumen dan menjual kios. Tentu kami sudah mengantongi bukti-bukti yang nanti bisa dijadikan alat bukti oleh APH sebagaimana diatur dalam pasal 184 KUHAP ayat (1) untuk dibuka dimuka persidangan,” kata Gilar, kemarin (5/11).

Menyikapi masalah tersebut, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan DPRD Kabupaten Garut. Dirinya mendorong agar pihak DPRD segera membentuk Tim Panitia Khusus yang melibatkan unsur-unsur terkait dan masyarakat agar mengusut dugaan tersebut.

“Kami jelas meminta DPRD segera membentuk Pansus, jangan sampai oknum-oknum di Disperindang dan ESDM yang melakukan penjualan kios diluar aturan kebal hukum,” katanya.

Terpisah, menanggapi dugaan terkait adanya jual beli jongko di pasar Samarang, Bupati Garut, Rudy Gunawan telah menginstruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan ESDM untuk mencari fakta di lapangan.

Lanjutnya, dirinya mempersilahkan kepada DPRD Garut jika berinisiatif untuk membuat Pansus jual beli kios di Pasar Samarang.

”Saya juga mendukung untuk mengusut tuntas penjualan kios di Pasar Samarang karena itu milik Pemkab Garut dan tidak boleh diperjualbelikan, itu tindakan pidana,” lanjutnya.

Dirinya pun mengingatkan, agar semua pihak bisa bersikap setelah benar-benar memiliki bukti kuat sehingga tidak ada pihak yang dirugikan, atau pihak yang merasa tertuding jika informasi ternyata tidak benar.

Sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan kios, Pemkab Garut berencana memasang stiker di semua kios terkait larangan jual beli kios. Jika tetap melanggar, pihak yang bersangkutan harus bersiap menghadapi tuntutan hukum.

”Kios itu miliki Pemkab Garut, enggak boleh itu dijualbelikan, penjual dan pembeli bisa dipidanakan,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Pasar pada Disperindag dan ESDM Kabupaten Garut, Dani Ramdani membantah adanya praktek jual beli oleh mantan pejabat di UPT Pasar Samarang tersebut. Dani menuturkan, Pemkab Garut tidak pernah melakukan transaksional dengan para pedagang Pasar Wisata Samarang.

“Pemkab Garut tidak pernah menjual Kios kepada masyarakat, adapun yang terjadi jual beli yakni antar pedagang disana. Kami memiliki data otentik untuk membuktikan para pemilik Kios di Pasar Samarang,” kata Dani.   (erf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here