Pengurus Persijang, Dukung Dibentuknya Cikajang Raya FC

574
Oded Sutarna, Bidang Pembinaan dan Prestasi Persijang. (Feri Citra Burama)
  • Oded: Sepakbola Cikajang Bangkit, Tidak Mati Suri

GARUT – Pengurus Persijang (Persatuan Sepakbola Indonesia Cikajang) menyampaikan dukungan dan rasa gembira atas terbentuknya Cikajang Raya FC di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Oded Sutarna, Bidang Pembinaan dan Prestasi Persijang, berharap dengan dibentuknya Cikajang Raya FC ini, persepakbolaan di Kecamatan Cikajang bisa lebih maju lagi.

” Saya atas nama pribadi juga lembaga mengucapkan selamat, atas terbentuknya klub Cikajang Raya yang mudah-mudahan akan membangkitkan kembali prestasi-prestasi yang sudah tercapai di Cikajang,” kata Oded, Selasa (04/02/2020).

“Mudah-mudahan Cikajang Raya ini lebih meningkatkan prestasi, baik pembinaan maupun prestasi atlet yang masuk ke tingkat profesional,” tambah Oded.

Persijang kata Oded, sebagai induk yang mewadahi klub sepakbola, tentu sangat terbantu dengan dibentuknya Cikajang Raya FC. Apalagi melihat visi misi dan semangat pengurus Cikajang Raya yang tinggi untuk membangkitkan persepakbolaan, ini diharapkan membawa angin segar di Cikajang.

Mengingat pula, dalam keanggotaan Cikajang Raya FC kata Oded, ada dua sekolah sepakbola (SSB) yang berprestasi di Kecamatan Cikajang. Dua SSB itu adalah SSB Mandala dan Family yang saat ini prestasinya sedang naik daun.

Hanya saja, Oded ingin sedikit meluruskan pernyataan mengenai prestasi persepakbolaan di Kecamatan Cikajang saat ini dikatakan mati suri. Menurut Oded itu kurang tepat, karena pembinaan di Cikajang terus dilakukan dan prestasi sepakbola di Cikajang dalam beberapa tahun juga membanggakan.

Walaupun memang Oded juga mengakui untuk tahun 2019, koordinasi dan pembinaan antara Persijang dan klub di Cikajang berhenti sementara. Karena pihak Persijang tahun 2019 tengah fokus merenovasi lapang Ibrahim Adjie yang menjadi pusat pembinaan di Cikajang.

” Nah di 2019 itu off untuk fokus ke pengelolaan lapang. Sekarang di 2020 baru kembali merintis konsep ke depan untuk pengembangan baik pembinaan maupun kompetisi di Cikajang,” Kata Oded.

Lebih jauh Oded menjelaskan, sejarah pembinaan Persijang terhadap klub sepakbola yang ada. Persijang dulu pernah mengadakan turnamen Muspika Cup dan sudah berjalan selama 8 kali. Kemudian di tahun 2012 sempat terjadi kericuhan antara dua klub, sehingga saat itu KONI atau sekarang diistilahkan KOK, memberikan skorsing. Sehingga Muspika Cup ke-9 dihentikan sementara.

Sejak saat itu kata Oded, pembinaan secara prestasi dari Persijang dikembalikan kepada SSB yang ada. Walau demikian kata Oded, secara prestasi sepakbola di Cikajang pasca skorsing tersebut justru terus meningkat. SSB yang ada semakin menunjukkan prestasi yang gemilang.

“Di tahun 2013 tim Cikajang dari 12 desa mendominasi skuad pra Porda Garut kemudian di tahun 2014 masuk ke Porda bekasi. Bersamaan itu pula di tahun 2014 atlet Cikajang itu masuk skuad Persigar yang waktu itu promosi divisi utama sebanyak 8 orang,” sebut Oded.

Kemudian di tahun 2015, Oded sendiri yang menangani bersama rekannya Dede Yusuf, berhasil membawa Cikajang menjuarai turnamen antar Koramil se-Kabupaten Garut, dan meraih juara satu.

” Tahun 2015 juga Gun gun Hidayat berpasangan dengan Aten Jajat Supriajat waktu itu menjuarai tingkat Provinsi dan menjadi 4 besar Nasional di Liga Santri pertama,” kata Oded.

Kemudian di tahun 2016, Cikajang kembali mengirimkan dua tim Liga Santri, yaitu Al Qonaah dan Darul Najah. Kebetulan salah satunya mejadi juara di Kabupaten Garut.

” Hanya di 2017 dan 2018 kami tidak koordinasi dengan tim tersebut karena kami saat itu Persijang berfokus pada renovasi lapang Ibrahim. Nah di 2019 itu off untuk fokus ke pengelolaan lapang,” kata Oded yang juga anggota KONI Kecamatan Cikajang bagian pengelola lapang.

Rencananya kata Oded, di tahun 2020 ini, Persijang akan membuka kembali lapang Ibrahim Adjie karena renovasi sudah hampir rampung, terutama penanaman rumput lapang yang sudah 80 persen. Pihaknya sudah mempersiapkan konsep pengelolaan lapang dan pembinaan terhadap klub di Cikajang agar persepakbolaan semakin baik.

Selain itu, Oded juga menceritakan di tahun 2016, 2017 dan 2018, Persijang juga waktu itu berhasil mempersiapkan turnamen Karangtaruna cup. Waktu itu Persijang menggandeng Karangtaruna.

Jadi dengan demikian, menurutnya persepakbolaan di Cikajang terus berjalan dan prestasi pun ada peningkatan. Maka ketika diistilahkan mati suri, menurutnya kurang tepat.

Selain itu Oded juga menyebutkan banyak pemain skala nasional yang bermain di klub nasional berasal dari Cikajang. Juga banyak pemain dari luar Kecamatan Cikajang, tapi pernah dilatih di Cikajang dan sekarang berhasil masuk di klub nasional.

” Contohnya di SSB Family kan dulu ada Asep Obing yang pernah di Persik Kediri. Itu betul-betul asuhan SSB Family. Kemudian Ana Supriatna di Persiba atau di Barito asuhannya haji Endang dari SSB Mandala. Kemudian Rudi Geopani pernah di Persib. Johan Juansah pernah di Persijap Jepara, pernah ke Persija juga sekarang di Cilegon FC,” kata ODed menyebutkan pemain di klub Nasionl.

“Kemudian Aang Suparman pernah singgah di SSB Family, pernah di Persib dan Persela Lamongan. Yogi pernah dengan SSB Purwakarta pernah ke Real Madrid (Spanyol) di SSB usia 13 ke bawah asli orang Cikajang Desa padasuka. Kemudian Wisnu orang Desa Simpang, Kecamatan Cikajang, asli asuhan SSB Family sekarang aktif di Liga pro divisi 2,” kata Oded lagi.

Kemudian masih banyak lagi pemain asli Cikajang yang pernah mengharumkan Garut di klub Nasional seperti nama yang sudah tidak asing yaitu Zaenal Arif dan Yandi Sofyan.(fer)